Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi gempa bumi. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi gempa bumi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Intinya sih...

  • Wilayah paling sering gempa bumi: Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat

  • Tidak ada temuan potensi tsunami

  • Imbau warga tingkatkan kesiapsiagaan menghadapi 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Utara, IDN Times - Sebanyak 611 kejadian gempa bumi dicatat BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi, Lampung Utara mengguncang Provinsi Lampung dan sekitarnya sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Prakirawan Stasiun Geofisika Kotabumi, Agung mengatakan, sembilan dari ratusan kejadian gempa bumi tersebut dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, meski tidak menimbulkan dampak signifikan.

“Sepanjang tahun 2025 tercatat 611 kejadian gempa bumi dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 1,0 hingga 5,2,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

1. Wilayah paling sering gempa bumi Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat

Penampakan sebaran titik gempa bumi di wilayah Lampung sepanjang 2025. (Dok. Stasiun Geofisika Kotabumi).

Berdasarkan data BMKG setempat, Agung menyebutkan, mayoritas gempa bumi terjadi memiliki kekuatan kecil hingga menengah. Rinciannya, sebanyak 490 kejadian berkekuatan magnitudo di bawah 3; 119 kejadian berkekuatan magnitudo 3 hingga kurang dari 5; serta dua kejadian berkekuatan magnitudo 5 atau lebih.

Dari sisi kedalaman, tercatat 570 kejadian merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara 41 kejadian tergolong gempa bumi menengah dengan kedalaman antara 60-300 kilometer.

"Secara spasial terdapat tiga wilayah paling sering mengalami aktivitas gempa bumi sepanjang 2025. Terbanyak Kabupaten Tanggamus ada 399 kejadian, disusul Pesisir Barat (151 kejadian), dan serta Lampung Barat (32 kejadian)," terangnya.

2. Tidak ada temuan potensi tsunami

ilustrasi gelombang tinggi di laut. (unsplash.com/Lena Bauermeister)

Agung menjelaskan, aktivitas gempa bumi tersebut secara umum dipicu dinamika tektonik di wilayah barat Lampung yang berdekatan dengan zona subduksi dan Sesar Sumatra. Oleh karenanya, meski sebagian besar gempa bumi berkekuatan kecil, getaran tetap dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Dampak yang dirasakan tersebut antara lain benda-benda ringan yang digantung bergoyang, getaran terasa jelas di dalam rumah, hingga sensasi seperti ada truk besar melintas.

“Alhamdulillah sepanjang 2025, tidak ada gempa bumi signifikan di wilayah Lampung yang berpotensi tsunami,” ucapnya.

3. Imbau warga tingkatkan kesiapsiagaan

Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Menghadapi 2026, BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Pasalnya, hingga kini aktivitas gempa bumi belum dapat diprediksi kapan dan di mana bakal terjadi.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko korban bencana. Masyarakat diharapkan mempelajari mitigasi bencana gempabumi dan tsunami, serta selalu memastikan informasi kebencanaan diperoleh dari kanal resmi BMKG,” imbuhnya.

Editorial Team