Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260202_122832.jpg
SAR dan warga mengevakuasi jenazah Mbah Kaliman. (Dok. Polres Pringsewu).

Intinya sih...

  • Identifikasi dilakukan hingga kecocokan ciri fisik dan pakaian terakhir

  • Jasad Mbah Kaliman pertama kali ditemukan oleh warga saat mencari cacing sutra di sungai

  • Jenazah Mbah Kaliman telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan setelah hasil identifikasi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pringsewu, IDN Times - Mbah Kaliman (82), lansia warga Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu sempat dilaporkan dan dinyatakan hilang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di aliran sungai desa setempat.

Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto membenarkan ihwal penemuan jasad Mbah Kaliman yang sebelumnya telah dilaporkan hilang sejak 19 Januari 2026.

"Ya, hasil identifikasi memastikan jasad yang ditemukan di aliran sungai adalah Mbah Kaliman. Keluarga juga telah mengonfirmasi identitas korban,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

1. Identifikasi mulai dari kecocokan ciri fisik hingga pengenalan keluarga

SAR dan warga mengevakuasi jenazah Mbah Kaliman. (Dok. Polres Pringsewu).

Sugiyanto mengungkapkan, kepastian identitas korban Mbah Kaliman diperoleh setelah proses identifikasi oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu bersama pihak medis RSUD Pringsewu dan keluarga korban.

"Identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, hingga pengenalan oleh pihak keluarga," katanya.

2. Ditemukan warga pencari cacing sutra

SAR dan warga mengevakuasi jenazah Mbah Kaliman. (Dok. Polres Pringsewu).

Jasad korban Mbah Kaliman pertama kali ditemukan warga bernama Junaidi saat mencari cacing sutra di sungai Pekon Gadingrejo, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, saksi warga mendapati posisi korban telungkup di tepi sungai.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan, untuk mengetahui penyebab pasti kematian,” ucap Sugiyanto.

3. Jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga

SAR dan warga mengevakuasi jenazah Mbah Kaliman. (Dok. Polres Pringsewu).

Sugiyanto menambahkan, pihak keluarga telah menerima hasil identifikasi tersebut dan jenazah Mbah Kaliman juga telah diserahkan untuk dimakamkan. "Jajaran Polsek Gadingrejo Polres Pringsewu menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban," imbuh Kapolsek.

Dalam kasus ini, Mbah Kaliman dilaporkan hilang setelah berpamitan pergi ke kebun sejak Senin (19/1/2026). Laporan itu ditindaklanjuti upaya pencarian telah dilakukan selama beberapa hari oleh tim SAR gabungan meliputi Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Satpol PP, relawan, dan warga.

Dalam upaya itu, tim SAR juga sempat mengerahkan anjing pelacak K9 milik Direktorat Samapta Polda Lampung namun masih belum membuahkan hasil hingga akhirnya operasi pencarian dihentikan.

Editorial Team