Nuwo sesat adat Lampung (dekoruma)
Fitria Wulandari, millenial lahir di Lampung dan bersuku Lampung cukup khawatir acara adat dan budaya Lampung 10-20 tahun mendatang akan punah atau dilupakan. Menurutnya itu tergambar dari kondisi saat ini di setiap daerah di Lampung melestarikan adat budaya Lampung.
Menurutnya masyarakat saat ini lebih memilih hal-hal yang simple sebab acara adat sering dianggap memakan waktu, menguras tenaga dan menggunakan biaya cukup banyak.
"Tapi di kampung saya di Lampung Utara, Desa Bumi Makmur masih sering ada acara Begawi dan Cangget Muli Mekhanai," bebernya.
Senada dengan Bima, Fitria juga berharap pemerintah atau pengurus adat di daerah lebih giat lagi melestarikan dan mengampanyekan budaya-budaya Lampung yang hampir punah. Setidaknya generasi millenial tahu dan tidak buta dengan budaya adat istiadat.
"Kalau bisa dibikin buku yang banyak, sehingga mudah buat didapat itu buku. Selalu di update dan diperkenalkan ke generasi penerus sama jadi mata pelajaran wajib terkait sejarah Lampung, jangan hanya fokus sama aksara atau bahasa saja," terangnya.