Bandar Lampung, IDN Times - Isak tangis Sintya pecah saat mengingat kedua orang tuanya tak memberi restu untuk melanjutkan kuliah. Faktor ekonomi menjadi momok bagi keluarganya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi.
"Katanya ngapain kuliah, sedangkan ekonomi keluarga aja susah. Orang tua ku kadang mendukung tapi kalau ingat biaya UKT sama kos kan mahal, jadi ngelarang lagi. Apalagi keluarga juga ikut ngelarang saya kuliah," ceritanya kepada IDN Times, Senin (8/7/2024).
Namun hal itu tak memupuskan harapan Sintya, ia meyakinkan keluarganya, bisa masuk kuliah melalui jalur beasiswa. Sehingga menurutnya meski sedikit berat, orang tuanya kini sudah memberi izin untuk mendaftar kuliah.
"Tapi ada masalah lagi, tadinya kan saya bilang sama orang tua siapa tahu bisa lolos Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Karena waktu SMA juga saya dapet KIP. Ternyata pas mau akses KIP sistemnya eror. Dari situ saya bingung sampe mikir ya Allah apa emang gak ditakdirin kuliah ya," ucapnya saat diwawancara IDN Times usai tes PMPAP di GSG Unila.
