Unila Campus Garden diluncurkan, Jumat (11/6/2021). (IDN Times/Istimewa).
Dwi mengatakan, konservasi di Campus Garden telah dilaksanakan dengan penanaman beberapa anggrek alam (spesies) dan hibrida. Diharapkan kegiatan tersebut dapat digunakan sebagai induk bagi pengembangan anggrek-anggrek hibrida.
Kegiatan pengembangan anggrek hibrida akan dilakukan di laboratorium untuk menghasilkan anggrek-anggrek hibrida yang dapat dikembangkan baik secara insitu maupun eksitu untuk kemudian dikembalikan ke alam.
Unang Mulkhan, selaku Ketua SDGs Centre Unila menambahkan, webinar diselenggarakan SDGs ini cukup strategis membahas isu biodiversity, terutama tanaman anggrek. Menurutnya pemahaman masyarakat tentang anggrek spesies yang dilindungi dan anggrek hibrida yang dibudidaya sangat penting untuk disebarluarkan kepada masyarakat umum dan para akademisi.
Webinar nasional ini juga sebagai media diskusi dan berbagi pengalaman tentang upaya konservasi, teknik budidaya, serta peluang bisnis anggrek hibrida. Diskusi dalam upaya pelestarian anggrek ini merupakan salah satu komitmen bersama dalam pencapaian poin-poin “Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam SDGs 13 yaitu “Penanganan Perubahan Iklim (planet actions)” dan SDGs 15 (life on land).
"Yaitu melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), menghambat dan membalikkan degradasi tanah, serta menghambat hilangnya keanekaragaman hayati," kata Unang.