ilustrasi ekspor (IDN Times/Anggun Pusponingrum)
Menurut Sabiel, aktivitas ekspor Lampung tidak hanya dilakukan melalui pelabuhan di dalam provinsi, tetapi juga melalui pelabuhan di luar daerah. Dari total nilai ekspor selama Januari–Desember 2025, sebesar 78,59 persen ekspor Lampung dilakukan melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung, dengan nilai mencapai US$5,22 miliar.
"Tingginya porsi ekspor melalui pelabuhan dalam daerah menunjukkan peran strategis infrastruktur pelabuhan Lampung dalam mendukung kelancaran arus perdagangan luar negeri. Sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai daerah ekspor utama di wilayah Sumatera," ujarnya.
Selama periode Januari hingga Desember 2025, lanjutnya, tiga negara menjadi tujuan utama ekspor Provinsi Lampung. Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan nilai ekspor mencapai US$1.019,46 juta atau setara 15,36 persen dari total ekspor Lampung. Komoditas utama ekspor berupa lemak dan minyak hewan/nabati.
Posisi kedua ditempati Pakistan dengan nilai ekspor US$629,25 juta atau 9,48 persen, juga didominasi komoditas lemak dan minyak hewan/nabati. Sementara itu, Tiongkok berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor US$623,88 juta atau 9,40 persen, dengan komoditas ekspor utama yang sama.