Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Anak Harimau Sumatra dari Induk Cacat Lahir di Lembah Hijau
LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Dua anak Harimau Sumatra lahir di Lembah Hijau Lampung pada 14 Februari 2026 dari pasangan Kyai Batua dan Sinta, keduanya korban jerat pemburu liar.
  • Kelahiran ini merupakan bagian dari program konservasi Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV untuk menjaga keberlanjutan genetik Harimau Sumatra.
  • Keberhasilan tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian satwa liar sekaligus menjadi daya tarik wisata edukatif di Lembah Hijau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kabar gembira datang dari dunia konservasi. Dua ekor anak Harimau Sumatra lahir di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung, Kota Bandar Lampung pada 14 Februari 2026 resmi diumumkan ke masyarakat.

Kedua anak harimau tersebut merupakan hasil perkawinan pasangan Kyai Batua (jantan) dan Sinta (betina), yang sama-sama memiliki kisah kelam sebagai korban jerat pemburu liar.

"Dua anak harimau ini lahir dari indukan pejantan Batua dan betina Sinta. Kondisi saat ini anakan sehat dan terus dipantau oleh tim Lembah Hijau, dan selalu dalam kebersamaan dengan induknya," ujar Komisaris LK Lembah Hijau Lampung, M Irwan Nasution saat konferensi pers, Senin (4/5/2026).

1. Perkawinan terprogram untuk pelestarian

LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Irwan melanjutkan, perkawinan Kyai Batua dan Sinta merupakan bagian dari program konservasi terencana melalui Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV tahun 2024-2025.

Menurutnya, program ini dijalankan oleh Kementerian Kehutanan bersama Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia guna menjaga keberlanjutan genetik Harimau Sumatra.

"Dalam catatan studbook, Kyai Batua memiliki nomor ID 1886, sedangkan Sinta tercatat dengan ID 1998," ucapnya.

2. Lahir dari induk cacat, jadi keunikan tersendiri

LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Irwan mengatakan, kelahiran dua anak harimau ini memiliki makna penting, tidak hanya bagi lembaga konservasi, tetapi juga bagi upaya pelestarian satwa dilindungi.

Oleh karena itu, ia menambahkan kelahiran ini juga menjadi simbol harapan baru bagi kelangsungan populasi Harimau Sumatra yang saat ini terancam punah.

“Ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara kolaboratif dapat membuahkan hasil. Terlebih, kedua induknya merupakan satwa korban jerat yang mengalami cacat permanen, namun tetap mampu berkembang biak,” bebernya.

3. Dorong edukasi dan wisata konservasi

LK Lembah Hijau Lampung menggelar konferensi pers kelahiran dua anak harimau Sumatra, Senin (4/5/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa liar, sekaligus menjadi daya tarik wisata edukatif.

“Kami ingin kehadiran anak harimau ini tidak hanya menambah populasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya konservasi,” kata Irwan.

Selain itu, pihak Lembah Hijau juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan, BKSDA Bengkulu-Lampung, Balai Besar TNBBS, serta PKBSI atas dukungan dalam program konservasi ini. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian dan menjaga cadangan genetik Harimau Sumatera agar tetap lestari,” imbuhnya.

Editorial Team