Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250822-WA0010.jpg
RSUD Abdul Moeloek, Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Intinya sih...

  • Dr. Billy mengembalikan uang dari keluarga pasien ke manajemen RSUDAM untuk pengadaan alat operasi.

  • Tindakan dr. Billy bertujuan mempercepat proses operasi tanpa paksaan kepada keluarga pasien.

  • Dr. Billy tidak selalu mengecek ketersediaan alat di gudang farmasi dan tidak memaksa keluarga untuk membeli alat tambahan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – dr. Billy Rosan menegaskan, telah mengembalikan uang yang ditransfer oleh keluarga dari bayi berusia dua tahun yang ia operasi kepada managemen Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Ia menyebut, terkait dana yang sudah dikeluarkan keluarga pasien untuk pengadaan alat, Billy memastikan sudah dikembalikan ke manajemen RSUDAM.

“Pengembalian dilakukan secara tunai ke wakil direktur, dan itu bukan untuk kepentingan pribadi saya,” katanya, Kamis (28/8/2025) malam.

1. Mempercepat operasi

dr. Billy Rosan saat konferensi pers. (IDN Times/Muhaimin)

Billy menegaskan, tindakannya hanya untuk mempercepat proses operasi agar pasien segera mendapat penanganan.

“Kalau alat tersedia di RS, tentu akan digunakan. Namun karena keluarga ingin cepat, mereka memilih opsi menyediakan alat sendiri,” jelasnya.

2. Tidak ada paksaan

ilustrasi seorang pasien yang sedang mendengarkan penjelasan dokter (pexels.com/RDNE Stock project)

Billy mengungkapkan, tidak pernah memaksa keluarga pasien untuk membeli alat medis tambahan yang digunakan saat operasi anak di RSUDAM Lampung. Ia menyebut, sejak awal pihak keluarga diberikan pilihan metode operasi, termasuk opsi dengan alat single state.

“Saya hanya memberikan penjelasan, kelebihan dan kekurangan masing-masing teknik. Keputusan menggunakan alat ada di pihak keluarga, bukan paksaan dari saya,” ungkapnya.

3. Tidak mengecek alat

Manajemen RSUDAM bersama dr Billy Rosan menggelar konferensi pers terkait dugaan kasus pungli pasien BPJS. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Ihwal dugaan pungli yang ia lakukan, dr. Billy berdalih tidak selalu mengecek ke gudang farmasi terkait tersedia atau tidaknya alat tersebut.

"Saya bilang saya tidak tahu apakah alat itu ada atau tidak. Karena keluarga ingin cepat maka mereka putuskan beli sendiri murni dari keputusan keluarga," tuturnya.

Editorial Team