Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diterjang Angin Kencang BPBD Balam Catat 26 Kejadian Pohon Tumbang
Tangkap layar pohon tumbang di Bandar Lampung. (IDN Times/Istimewa)
  • BPBD Bandar Lampung catat 26 kejadian akibat hujan deras dan angin kencang di 11 kecamatan.
  • Kecamatan Kemiling paling parah dengan enam pohon tumbang, menyebabkan kerugian bagi warga dan kendaraan.
  • Angin puting beliung merusak kanopi dan pagar, termasuk robohnya atap kanopi Dinas Damkarmat Pemkot Bandar Lampung yang menimpa 6 mobil damkar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung mencatat ada 26 kejadian akibat hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (4/2/2025) sore.

Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Wakhidi mengatakan sebanyak 26 kejadian pohon tumbang tersebar di 11 kecamatan di Bandar Lampung berhasil dievakuasi oleh BPBD.

"Dari 11 kecamatan yang melaporkan tersebut paling parah ada di kecamatan Kemiling kejadian pohon tumbang," katanya, Rabu (5/2/2025).

1. Kemiling terbanyak

GOR Badminton di Bandar Lampung rubuh akibat angin kencang. (IDN Times/Muhaimin)

Wakhidi membeberkan, laporan pohon tumbang tersebut paling banyak terjadi di Kecamatan Kemiling enam pohon yang tumbang akibat angin kencang.

"Kecamatan Enggal, Teluk Betung Utara dan Kedaton masing-masing satu kejadian pohon. Selanjutnya di Way Halim ada empat kejadian. Lalu di Sukarame dan Tanjung Senang ada tiga kejadian. Tanjung Karang Timur, Labuhan Ratu, Langkapura dan Rajabasa dua kejadian,” bebernya.

Wakhidi mengungkapkan, selain pohon tumbang akibat dari cuaca ekstrem itu juga mengakibatkan kerugian bagi sebagian warga di Bandar Lampung.

Sebab banyaknya atap rumah warga yang rusak, atap dan fasilitas kafe atau kedai juga rusak sehingga menyebabkan kerugian bagi para pemilik.

“Pohon tumbang juga kemarin mengahalangi beberapa ruas jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. Banyak juga kendaraan milik warga yang tertimpah pohon tumbang. Selain itu juga menimpah kabel dan menyebabkan mati listrik,” ujarnya.

2. Atap parkir mobil Damkarmat rubuh

Mobil yang tertumpah atap Damkarmat Bandar Lampung yang rubuh. (IDN Times/Muhaimin)

Angin puting beliung juga menyebabkan beberapa kanopi dan pagar milik pemerintah maupun warga rusak dan roboh.

Salah satunya kejadian atap kanopi di Dinas Damkarmat Pemkot Bandar Lampung yang roboh hingga menimpah 6 mobil damkar.

Komandan Pleton (Danton) C Damkarmat Bandar Lampung, Subehi mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15:00 WIB saat hujan dan angin kencang melanda.

Subehi juga membeberkan ada enam mobil yang tertimpa atap baja ringan tersebut termasuk mobil rescue yang sedang terparkir di bawah atap tersebut.

"Ada mobil rescue satu, mobil kabid ini ada empat, mobil pemadam satu keserempet satu masih tertimbun," bebernya.

3. Prediksi BMKG

Atap rumah warga yang terbang di Bandar Lampung (IDN Times/Muhaimin)

Diketahui, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung menginformasikan Bibit Siklon Tropis 99S terpantau semakin berkembang di Samudra Hindia dan berpotensi menjadi Siklon Tropis.

Masyarakat Lampung kembali diminta waspada angin kencang dan gelombang tinggi. Berdasarkan hasil analisis, Minggu (2/2/2025), pusat sirkulasi bibit siklon berada di sekitar 15.5°LS 100.4 BT, berada di luar wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta.

Kecepatan angin maksimum terpantau 35 knot atau 65 Km per jam dan tekanan minimum sekitar 997 hPa. Dari pengamatan citra satelit aktivitas konvektif telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Analisis menunjukkan, awan-awan konvektif telah membentuk pola lebih terorganisir khas pola siklogenesis dengan deep convection yang menunjukkan pola curved band.Kecepatan angin 30-35 knot terpantau terutama di selatan pusat sistem.

Pola sirkulasi siklonik yang tertutup telah terlihat di lapisan permukaan hingga menengah atau 10 meter. Ini menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir.

"Kondisi ini mengakibatkan angin kencang di pesisir barat Lampung hingga Banten, serta gelombang tinggi hingga 4 meter di Samudra Hindia. Nelayan, masyarakat pesisir  dan pengguna transportasi laut harus ekstra waspada," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Lampung, Rudi Harianto, Senin (3/2/2025)

Editorial Team