Bandar Lampung, IDN Times - Ketua Dewan Pendidikan Lampung Tengah, Mahfud Santoso mengaku menitipkan 7 mahasiswa untuk masuk ke berbagai fakultas perguruan tinggi Universitas Lampung (Unila). Upaya penitipan itu 5 di antaranya berhasil lulus alias masuk Unila.
Seluruh penitipan berlangsung selama 2022 tersebut diakui Mahfud tanpa mahar alias gratis. Praktik ilegal itu diklaim dirinya juga merupakan ketua Yayasan Smart Insani untuk menampung para calon mahasiswa miskin dan yatim piatu.
"Saya rekomendasikan ke Unila. Anak-anak yang pintar dan berprestasi, karena saya sebagai ketua dewan pendidikan bisa merekomendasikan," ujarnya, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa (7/2/2023).
