Bandar Lampung, IDN Times - Gelombang banjir bandang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat beberapa waktu terakhir menjadi pengingat kuat bahwa bencana alam dapat datang tiba-tiba dan membawa dampak besar bagi masyarakat. Peristiwa tersebut tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga menuntut pemerintah di daerah lain untuk lebih peka terhadap potensi bencana di wilayahnya masing-masing. Salah satu langkah penting harus diperkuat adalah kesiapsiagaan melalui program tanggap bencana agar risiko korban jiwa dan kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.
Tanggap bencana sendiri merupakan upaya sistematis dilakukan pemerintah bersama masyarakat untuk mengantisipasi, merespons, dan memulihkan kondisi saat terjadi bencana. Dalam praktiknya, tanggap bencana tidak hanya sekadar evakuasi ketika bencana datang, tetapi mencakup berbagai persiapan sejak dini. Indikatornya antara lain keberadaan sistem peringatan dini bencana alam, peringatan dini tsunami, ketersediaan perlengkapan keselamatan, pemasangan rambu-rambu serta jalur evakuasi, hingga pembuatan, perawatan, atau normalisasi sungai, kanal, dan tanggul sebagai pengendali banjir dan limpasan air.
Berdasarkan data BPS Lampung tahun 2025, sejumlah daerah di Provinsi Lampung telah menerapkan berbagai indikator tanggap bencana tersebut di beberapa titik yang dinilai rawan bencana. Penerapan indikator ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman alam. Penasaran daerah mana saja yang telah memiliki indikator tanggap bencana terbanyak di Provinsi Lampung? Berikut IDN Times akan menyajikan ulasan lengkapnya.
