Khasanah salah satu penerima manfaat program energi berdikari, berharap energi terbarukan biogas dapat terus dikembangkan sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tersedianya gas untuk memasak setiap waktu.
Biasanya, Khasanah menggunakan gas LPG 3 Kg, dua hingga tiga tabung per bulannya untuk keperluan memasak di rumah. Setelah adanya biogas, dia sama sekali tidak menggunakan LPG 3 Kg untuk kebutuhan sehari-hari.
"Saya mengembangkan bio-slurry untuk menanam sayuran dan untuk memenuhi pakan lele sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga, karena dapat mengurangi biaya pupuk dan pakan,” jelasnya.
Senada dengan Khasanah, warga lainnya Masrokah juga merasakan manfaat biogas ini. Menurutnya pengeluaran untuk token listrik lebih hemat. Jika biasanya Rp50 ribu untuk 14 hari, saat ini bisa sampai 20 hari.
Manfaat lain yang dirasakan warga adalah menghemat pengeluaran untuk pupuk sayuran. Jupri misalnya, biasanya harus membeli pupuk kimia seharga Rp75 ribu untuk satu tanaman. Saat ini sudah tidak lagi sebab menggunakan biogas.
"Hasil sayuran saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan saya jual juga,” ujarnya.