Bandar Lampung, IDN Times - Ridho Jaya Umbara, pengemudi ojek daring bersyukur terpilih sebagai penerima bantuan sambungan listrik gratis melalui program Light Up The Dream (LUTD) Berkah Ramadan 1447 Hijriah PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung.
Ia mengenang selama 10 tahun harus menyalur listrik dari tetangga karena keterbatasan ekonomi. Ridho pun berharap ke depan adanya bantuan sambungan listrik gratis bermanfaat bagi keluarga.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah dibantu PLN sehingga bisa memiliki sambungan listrik sendiri secara gratis. Anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman, dan istri saya harapannya bisa mulai usaha kecil untuk menambah penghasilan sehari-hari. Terima kasih banyak untuk PLN UID Lampung,” jelas Ridho, Kamis (5/3/2026).
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengatakan, program Light Up The Dream tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membawa harapan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, perusahaan pelat merah ini menyalurkan amanah pegawai dalam bentuk penyambungan listrik gratis bagi 34 keluarga prasejahtera di seluruh Provinsi Lampung, dengan potensi tambahan hingga 70 penerima manfaat dari hasil program Pasar Murah Terang Berkah Ramadan 1447 Hijriah.
Ia menambahkan, untuk skala nasional, penyalaan sambungan listrik gratis secara serentak kepada 2.150 Masyarakat Pra Sejahtera. Khusus di Provinsi Lampung, PLN telah menyalakan listrik gratis bagi lebih dari 750 keluarga prasejahtera kurun waktu lima tahun terakhir.
“Bagi penerima manfaat, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi penggerak aktivitas ibadah, pendukung pendidikan anak-anak, hingga mendorong tumbuhnya usaha kecil dan kegiatan produktif keluarga. Inilah makna Light Up The Dream, bukan hanya menyalakan lampu, tetapi menyalakan mimpi dan masa depan,” ujar Rizky.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan, rasio elektrifikasi Provinsi Lampung saat ini telah mencapai 99,85 persen dengan jumlah pelanggan sekitar 2,6 juta. Namun demikian, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang belum terjangkau layanan listrik.
Oleh karena itu, pemerintah bersama PLN dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemerataan akses energi yang berkeadilan. Menurutnya, program Light Up The Dream tidak hanya menghadirkan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan melalui aktivitas ekonomi produktif di tingkat rumah tangga.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi penggerak ekonomi keluarga, penunjang pendidikan anak-anak, serta fondasi berkembangnya usaha kecil dan kegiatan produktif masyarakat. Program ini sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Lampung dari tingkat paling dasar,” ujar wagub.
