Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cegah Risiko Keracunan, Pemkot Balam Kebut Sertifikasi Dapur SPPG
Penyaluran program MBG di SDN 3 Rajabasa, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Pemkot Bandar Lampung mempercepat sertifikasi dapur program Makan Bergizi Gratis agar seluruh SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi demi mencegah risiko pangan.
  • Sekitar 60 dari lebih 130 dapur MBG masih menjalani proses verifikasi sertifikasi sesuai arahan Wali Kota untuk memastikan semua dapur memenuhi standar kebersihan dan keamanan.
  • Dinas Kesehatan memberikan pembinaan bertahap kepada penjamah makanan mencakup pengelolaan, penyajian, dan penyimpanan bahan pangan agar kualitas serta keamanan makanan tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai mempercepat sertifikasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu sebagai langkah mencegah risiko keracunan dan persoalan keamanan pangan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan langkah itu dilakukan dengan mendorong seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kami juga mulai memberikan pembinaan terkait standar pengelolaan makanan sehat untuk para SPPG," katanya, Selasa (12/5/2026).

1. 60 dapur sedang verifikasi

ilustrasi verifikasi (pexels.com/Tara Winstead)

Wilson menyampaikan, saat ini masih ada sekitar 60 dapur SPPG sedang menjalani proses sertifikasi dari total 130 lebih dapur MBG di Bandar Lampung.

“Dari 130-an SPPG, kurang lebih sekitar 60 masih dalam proses. Arahan ibu wali kota semuanya harus bisa memiliki sertifikat. Sekarang masih berjalan dan mudah-mudahan seluruh SPPG se-Bandar Lampung nantinya sudah mempunyai sertifikat itu semua,” ujarnya.

2. Penjamah makanan diberi pendidikan bertahap

Asisten l Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol. (IDN Times/Muhaimin)

Tak hanya fokus pada sertifikasi, Pemkot Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan juga mulai memberikan edukasi kepada penjamah makanan di dapur-dapur MBG.

Wilson mengatakan, pembinaan tersebut dilakukan bertahap agar seluruh pengelola dapur memahami standar keamanan pangan yang harus diterapkan.

“Iya, salah satunya untuk menjamin makanan itu aman. Dinas Kesehatan Kota juga terus memberikan pendidikan kepada penjamah makanan di SPPG-SPPG secara bertahap,” jelasnya.

3. Fokus pada penyajian hingga penyimpanan pangan

ilustrasi pangan (pexels.com/Matheus Cenali)

Wilson menjelaskan, materi pembinaan meliputi pengelolaan makanan sehat, teknik penyajian, hingga tata cara penyimpanan bahan pangan sesuai standar kesehatan.

"Kami berharap langkah tersebut dapat meminimalisasi risiko keracunan makanan sekaligus mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan program MBG di Bandar Lampung," ucapnya.

Editorial Team