Bandar Lampung, IDN Times - Ombudsman RI Perwakilan Lampung mencatat 147 laporan masyarakat terkait pelayanan publik sepanjang 2020. Laporan agraria atau pertanahan menempati posisi tertinggi yaitu 32 laporan. Disusul pendidikan 21 laporan, kelistrikan 18 laporan, kepegawaian 11 laporan dan kepolisian 8 laporan.
Selain itu, untuk laporan konsultasi ada 251 dan khusus laporan COVID-19 ada 78 laporan. Dari 78 laporan COVID-19 tersebut ,76 di antaranya terkait aduan masyarakat karena tidak menerima bantuan sosial (bansos). Sedangkan dua aduan lainnya terkait ekonomi dan keuangan. Data tersebut disampaikan saat konferensi pers kinerja ombudsman tahun 2020 di kantor Ombudsman Lampung, Senin (14/12/2020).