Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dokumentasi Job Fair & Edu Fair 2025 (6).jpeg
Ilustrasi. Job Fair di Surabaya. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Intinya sih...

  • Tingkat pengangguran Lampung turun ke 4,14 persen per November 2025

  • Partisipasi angkatan kerja naik, ditopang perempuan

  • Sektor informal mendominasi, pertanian jadi penyerap utama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Lampung menunjukkan perbaikan pada November 2025. Di tengah dinamika ekonomi dan pergeseran pola kerja, tingkat pengangguran tercatat menurun, seiring meningkatnya jumlah penduduk bekerja. Namun, penguatan pasar kerja ini masih diwarnai tantangan struktural, terutama dominasi sektor informal serta ketimpangan wilayah dan gender.

Adapun jumlah penduduk usia kerja pada November 2025 mencapai 7,22 juta orang, meningkat 24,17 ribu orang atau 0,34 persen dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan ini diikuti oleh menguatnya daya serap pasar kerja, dengan tambahan 45,01 ribu orang bekerja. Secara keseluruhan, total penduduk bekerja di Lampung kini mencapai 4,90 juta orang.

1. Tingkat pengangguran menurun, tapi disparitas masih terasa

Ilustrasi pelatihan tenaga kerja (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung pada November 2025 berada di level 4,14 persen, atau setara 211,70 ribu orang. Angka ini menunjukkan penurunan jumlah pengangguran sebanyak 1,47 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, Ahmadriswan menyoroti masih adanya kesenjangan pengangguran antarwilayah dan gender.

“TPT di wilayah perkotaan masih jauh lebih tinggi sebesar 6,03 persen, dibandingkan wilayah perdesaan yang hanya 2,97 persen. Dan angka pengangguran perempuan tercatat sebesar 4,86 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 3,70 persen. Data ini menunjukkan bahwa perbaikan ketenagakerjaan belum sepenuhnya merata, terutama bagi masyarakat perkotaan dan perempuan masih menghadapi tantangan akses kerja," terang Ahmadriswan.

2. Partisipasi angkatan kerja naik, ditopang perempuan

ilustrasi pekerja perempuan (unsplash.com/Lala Azizli)

Ahmadriswan mengatakan, secara umum, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Lampung mengalami kenaikan dari 70,44 persen pada Agustus 2025 menjadi 70,81 persen pada November 2025. Menariknya, peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya partisipasi perempuan dalam pasar kerja.

TPAK perempuan tercatat meningkat menjadi 54,87 persen, dari sebelumnya 53,85 persen. Sebaliknya, TPAK laki-laki justru mengalami penurunan tipis dari 86,40 persen menjadi 86,15 persen. Kondisi ini mengindikasikan peran perempuan dalam aktivitas ekonomi Lampung semakin menguat, meski masih dihadapkan pada tingkat pengangguran yang relatif lebih tinggi.

"Peningkatan partisipasi ini juga mencerminkan dorongan ekonomi rumah tangga serta terbukanya peluang kerja, khususnya di sektor-sektor nonformal," ujarnya.

3. Sektor informal mendominasi, pertanian jadi penyerap utama

ilustrasi petani (pexels.com/Long Bà Mùi)

BPS Provinsi Lampung juga mencatat bahwa struktur ketenagakerjaan di Lampung masih didominasi oleh sektor informal. Pada November 2025, proporsi pekerja informal meningkat menjadi 65,81 persen, sementara pekerja formal justru turun menjadi 34,19 persen.

Menurut Ahmadriswan, kenaikan sektor informal terutama didorong oleh lonjakan status pekerjaan “Pekerja Bebas di Pertanian” bertambah signifikan sebanyak 56,84 ribu orang. Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Perdagangan, Industri Pengolahan, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja. Selain itu, sektor Konstruksi serta Pengadaan Listrik dan Gas juga turut memberikan kontribusi positif.

Dari aspek pendidikan, terdapat tren peningkatan partisipasi tenaga kerja lulusan Perguruan Tinggi (Diploma ke atas) kini mencapai 11,24 persen atau sekitar 550,73 ribu orang. Meski demikian, mayoritas penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah sebesar 32,98 persen, meskipun secara proporsi mulai menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Editorial Team