Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Bank Indonesia Provinsi Lampung menilai inflasi Bandar Lampung berpotensi naik jelang Ramadan akibat lonjakan permintaan, meski masih dalam target.

  • Komoditas rawan inflasi meliputi makanan jadi, sayur, emas perhiasan, serta jagung dan kedelai yang dipengaruhi harga global.

  • BI menekankan operasi pasar tepat sasaran dan penguatan pasokan; Bulog dan Pertamina memastikan stok pangan dan energi aman.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengingatkan sejumlah potensi penyebab inflasi di Kota Bandar Lampung menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan meski angka inflasi masih terkendali, BI menilai tekanan harga berpotensi meningkat seiring naiknya permintaan masyarakat.

"Menjelang bukan Ramadan biasanya permintaan dari pasar meningkat, ini yang menjadi potensi dari peningkatan harga," katanya, Minggu (15/2/2026).

1. Rentan gejolak harga

Sugi pedagang di Pasar Kangkung. (IDN Times/Muhaimin)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung, inflasi pada Januari 2026 tercatat 0,18 persen (mtm) dan 1,43 persen (yoy). Angka ini masih dalam rentang sasaran 2,5±1 persen.

Bimo mengatakan sejumlah komoditas mulai memberi andil inflasi, seperti emas perhiasan, kangkung, bayam, serta nasi dengan lauk. Sementara, cabai merah dan bawang merah mengalami deflasi.

"Status Bandar Lampung sebagai kota konsumsi membuat harga makanan jadi dan komoditas konsumsi langsung sangat memengaruhi pergerakan inflasi. Ketika permintaan naik saat Ramadan, tekanan harga bisa cepat terjadi jika pasokan tidak terjaga," katanya.

2. Jagung, kedelai, hingga hortikultura jadi sorotan

Toko sembako di Pasar Pasir Gintung. (IDN Times/Muhaimin)

Bimo menyoroti harga komoditas global seperti jagung dan kedelai yang perlu diantisipasi karena berdampak pada harga pangan turunan di dalam negeri. Selain itu, komoditas hortikultura tahun ini relatif minim dukungan APBN, sehingga ketergantungan pada anggaran pemerintah daerah menjadi lebih besar.

"Jika distribusi tersendat atau produksi terganggu, potensi kenaikan harga bisa terjadi," jelasnya.

Karena itu, BI mendorong penguatan strategi 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga suplai tetap aman.

3. Operasi pasar harus tepat sasaran

Ilustrasi pedagang pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Pemkot Bandar Lampung akan menggelar pasar murah di 20 kecamatan pada 60 titik pada 20 Februari, 3 Maret, dan 13 Maret 2026. Komoditas yang dijual meliputi beras premium, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras.

BI mengingatkan, operasi pasar harus tepat lokasi terutama di pasar tradisional sampel IHK tepat waktu, tepat komoditas, dan tepat sasaran agar efektif menekan lonjakan harga.

Dari sisi stok, Bulog memastikan Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman. Sementara Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah membentuk Satgas Saber Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan untuk memastikan harga tidak melampaui acuan serta menjamin keamanan pangan.

Di sektor energi, Pertamina menjamin ketersediaan BBM dan LPG 3 kilogram tetap aman, dengan dukungan pengamanan dari kepolisian dan TNI untuk menjaga kelancaran distribusi.

"Inflasi yang saat ini masih terkendali bukan berarti tanpa risiko. Lonjakan permintaan, gangguan pasokan, hingga faktor global bisa menjadi pemicu jika tidak diantisipasi sejak dini," tutur Bimo.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team