Ilustrasi pertanian (IDN Times/Ayu Afria)
Bimo mengatakan, kinerja perekonomian Lampung yang tetap kuat pada triwulan I 2026 tercermin dari sisi LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; LU Perdagangan Besar dan Eceran; dan LU Industri Pengolahan. Tiga LU ini masing-masing tumbuh sebesar 9,89 persen; 6,91 persen; dan 3,28 persen (yoy).
"Kinerja LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan terakselerasi sejalan dengan berlangsungnya puncak panen raya sejumlah komoditas tanaman pangan, khususnya padi dan jagung," urai Bimo.
Selaras dengan hal tersebut imbuhnya, LU Perdagangan Besar dan Eceran juga menunjukkan peningkatan. Itu didukung aktivitas perdagangan komoditas antar daerah serta meningkatnya permintaan masyarakat selama periode HBKN.
Selain itu, kinerja lapangan usaha utama lainnya di Lampung, yaitu Industri Pengolahan; Konstruksi; serta Transportasi dan Pergudangan, tetap terjaga dengan mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 3,28 pers; 4,96 persen; dan 6,11 persen (yoy).
Capaian tersebut didorong peningkatan permintaan domestik, berlanjutnya pelaksanaan proyek strategis pembangunan nasional dan daerah, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode HBKN.
Bimo juga menyatakan, implementasi program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan dorongan tambahan pada aktivitas ekonomi daerah. Khususnya pada LU penyediaan akomodasi, makanan dan minuman yang tumbuh kuat sebesar 12,43 persen (yoy).