Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Beber Data Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh 5,58 Persen
ilustrasi pertanian (pexels.com/Tran Nam Trung)
  • Perekonomian Lampung triwulan I 2026 tumbuh 5,58 persen yoy, didorong sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan yang mencatat kinerja positif selama periode panen raya dan HBKN.
  • Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga, investasi, serta belanja pemerintah meningkat signifikan; sementara ekspor tetap positif berkat komoditas pulp dan bahan kimia organik.
  • Pertumbuhan Lampung melampaui rata-rata Sumatra namun sedikit di bawah nasional; BI menyiapkan tiga strategi utama untuk menjaga momentum ekonomi inklusif dan berkelanjutan sepanjang 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bank Indonesia bilang ekonomi Lampung naik jadi 5,58 persen. Pak Bimo yang kerja di sana cerita kalau tani, jualan, dan bikin barang tumbuh bagus karena banyak panen padi dan jagung. Orang juga banyak belanja waktu lebaran. Pemerintah bantu lewat program makan bergizi gratis. Sekarang ekonomi Lampung kuat dan mau terus tumbuh lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2026 menunjukkan ketahanan dan dinamika positif, dengan peningkatan di berbagai sektor utama seperti pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Dorongan dari program strategis seperti Makan Bergizi Gratis serta tingginya optimisme konsumen memperlihatkan sinergi kuat antara kebijakan pemerintah dan aktivitas masyarakat dalam menjaga momentum ekonomi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyatakan, perekonomian Lampung triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,58 persen (yoy). Pertumbuhan itu meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya diangka 5,54 persen (yoy).

Berikut IDN Times rangkum ulasan beserta data pertumbuhan perekonomian Lampung periode terlapor dari sisi Lapangan Usaha (LU), sisi Permintaan, dan eksternal berdasarkan penjelasan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, Selasa (5/5/2026).

1. Kinerja lapangan usaha

Ilustrasi pertanian (IDN Times/Ayu Afria)

Bimo mengatakan, kinerja perekonomian Lampung yang tetap kuat pada triwulan I 2026 tercermin dari sisi LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; LU Perdagangan Besar dan Eceran; dan LU Industri Pengolahan. Tiga LU ini masing-masing tumbuh sebesar 9,89 persen; 6,91 persen; dan 3,28 persen (yoy).

"Kinerja LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan terakselerasi sejalan dengan berlangsungnya puncak panen raya sejumlah komoditas tanaman pangan, khususnya padi dan jagung," urai Bimo.

Selaras dengan hal tersebut imbuhnya, LU Perdagangan Besar dan Eceran juga menunjukkan peningkatan. Itu didukung aktivitas perdagangan komoditas antar daerah serta meningkatnya permintaan masyarakat selama periode HBKN.

Selain itu, kinerja lapangan usaha utama lainnya di Lampung, yaitu Industri Pengolahan; Konstruksi; serta Transportasi dan Pergudangan, tetap terjaga dengan mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 3,28 pers; 4,96 persen; dan 6,11 persen (yoy).

Capaian tersebut didorong peningkatan permintaan domestik, berlanjutnya pelaksanaan proyek strategis pembangunan nasional dan daerah, serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode HBKN.

Bimo juga menyatakan, implementasi program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan dorongan tambahan pada aktivitas ekonomi daerah. Khususnya pada LU penyediaan akomodasi, makanan dan minuman yang tumbuh kuat sebesar 12,43 persen (yoy).

2. Dari sisi permintaan

Ilustrasi belanja (unsplash.com/Imants Kaziļuns)

Bimo menjelaskan, dari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2026 ditopang kinerja permintaan domestik. Utamanya konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah yang masing-masing tumbuh 5,54 persen, 4,39 persen dan 13,84 persen (yoy).

Kinerja konsumsi rumah tangga di Lampung menunjukkan peningkatan, didorong oleh naiknya permintaan dan mobilitas masyarakat selama puncak momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Kondisi ini selaras dengan tetap terjaganya optimisme konsumen, yang tercermin dari rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung sebesar 121,71 atau berada pada level optimis (indeks >100).

Di sisi lain, kinerja investasi tetap kuat, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya berbagai proyek pembangunan strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh tinggi untuk mendukung stimulus program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, dari sisi eksternal, kinerja ekspor Lampung juga tetap positif dengan pertumbuhan sebesar 0,75 persen. Itu didukung oleh peningkatan ekspor luar negeri, terutama untuk komoditas bubur kayu (pulp), sisa industri makanan, dan bahan kimia organik.

3. Lampung di atas pertumbuhan ekonomi Sumatra

Ilustrasi peta Sumatera (commons.m.wikimedia.org)

Bimo mengatakan, bila merujuk perbandingan, pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatra yang tercatat sebesar 5,13 persen (yoy). Namun,, masih sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen (yoy).

Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Lampung pada triwulan I 2025 berdasarkan harga berlaku tercatat sebesar Rp132,36 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan tahun 2010 mencapai Rp73,44 triliun.

4. Kinerja positif perekonomian Provinsi Lampung akan berlanjut

ilustrasi pertanian yang membutuhkan adanya pasokan air hujan (pixabay.com)

Bimo menjelaskan, Bank Indonesia memandang kinerja perekonomian Provinsi Lampung yang positif akan berlanjut. Namun sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai.

"Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Lampung diprakirakan meningkat pada kisaran 5,0 persen sampai 5,6 persen, didukung oleh penguatan permintaan domestik serta tetap terjaganya permintaan eksternal," ujar pria berkacamata ini.

Dari sisi lapangan usaha, berlanjutnya penguatan kinerja perekonomian Lampung diprakirakan ditopang oleh tetap kuatnya kinerja LU utama, khususnya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan seiring berlanjutnya sinergi program intensifikasi pertanian oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Selain itu, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan Besar dan Eceran juga berpotensi meningkat. Itu didorong oleh optimalisasi hasil ekspansi usaha sepanjang 2026, serta tetap kuatnya permintaan domestik dan arus perdagangan komoditas antar daerah.

5. Tiga strategi utama

Ilustrasi strategi efektif untuk membangun relasi positif di tempat kerja (freepik.com/our-team)

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Itu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui tiga strategi utama yakni,

  1. Penguatan sektor primer dan stabilisasi harga sebagai fondasi pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas pertanian, mendorong integrasi hulu–hilir komoditas strategis melalui penguatan bisnis model, serta pengendalian inflasi yang terarah melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

  2. Peningkatan nilai tambah dan investasi sektor berdaya ungkit tinggi sebagai akselerator pertumbuhan melalui penguatan hilirisasi komoditas unggulan didukung pengembangan ekosistem UMKM berorientasi ekspor, serta mendorong realisasi proyek investasi potensial melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO).

  3. Percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah terus didorong sebagai pendukung pertumbuhan, khususnya melalui peningkatan efisiensi transaksi ekonomi dan keuangan guna mendukung optimalisasi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Editorial Team