Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bantuan Banjir di Bandar Lampung Tak Merata, Warga: Seperti Anak Tiri
Rita, Warga RT 1 LK 3 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung mengeluhkan bantuan belum tersalurkan merata. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Warga Kelurahan Kuripan, Bandar Lampung mengeluhkan ketidakmerataan pembagian bantuan banjir
  • Bantuan cenderung terpusat di posko bencana Kampung Pasar Ambon, sementara wilayah RT 1 LK 3 Kuripan tidak memiliki posko bencana
  • Kerusakan rumah tangga dan kehilangan perabotan serta seragam sekolah anak-anak menjadi dampak banjir yang dirasakan warga setempat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Warga RT 1 LK 3 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Telukbetung Barat menjadi salah satu lokasi terdampak banjir di Kota Bandar Lampung mengeluh pembagian bantuan belum tersalurkan secara merata.

Rita (52), salah satu warga setempat mengatakan, ia bersama para warga lainnya baru merasakan dan menerima bantuan satu kali makan sebungkus nasi uduk sejak peristiwa banjir melanda, Jumat (17/1/2025).

"Baru sekali itu di hari pertama doang, gak ngerti saya juga kenapa bantuannya gak sampai ke sini, padahal kita sama-sama kerendam banjir," ujarnya dimintai keterangan, Selasa (21/1/2025).

1. Diduga ditenggarai nihilnya posko bencana

Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau lokasi banjir terjadi di Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Lebih lanjut Rita menduga suplai bantuan bencana banjir tersebut sebagian besar diterima atau ditampung di posko bencana yang terletak di Kampung Pasar Ambon. Sedangkan kelurahan setempat yang dipisahkan oleh aliran Sungai Way Belau tak terjangkau bantuan.

Selain itu, berbeda dengan Kampung Pasar Ambon, wilayah RT 1 LK 3 Kuripan tidak memiliki lokasi posko bencana yang digagas oleh pihak kelurahan setempat.

"Jangan kaya gitu dong, kita seperti dianak tirikan, sedangkan kita juga merasakan banjir. Jadi kita gak pernah dapet, walaupun beda kecamatan kami tolong jangan dibeginikan," imbuhnya.

2. Perabotan rumah tangga hingga seragam sekolah anak hanyut

Penampakan pemukiman Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung pasca 3 hari kejadian banjir hebat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dalam peristiwa banjir tersebut, Rita menambahkan, ia dan keluarga turut mengalami kerusakan hingga kehilangan perabotan rumah tangga usai kediamannya ikut diterjang banjir.

Lebih dari ini, anak-anaknya juga terpaksa harus meliburkan diri dari aktivitas sekolah, lantaran seragam yang ikut hanyut dibawa arus banjir.

"Karena gak ada bantuan, terpaksa kami memenuhi kebutuhan hidup pakai uang sendiri-sendiri, pakai tabungan yang ada aja," katanya.

3. Minta pemerintah perhatikan warga setempat

Penampakan bantuan logistik singgah di Posko Bencana Kampung Pasar Ambon. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Warga lainnya Noni (38) mengharapkan agar pemerintah, khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bisa memberikan perhatian lebih dan menyalurkan bantuan seperti kebutuhan pokok dan pakaian ke warga setempat.

Warga RT 1 LK 3 Kelurahan Kuripan juga meminta pemerintah dapat memberikan bantuan berupa air bersih, guna menanggulangi kebutuhan air sehari-hari. "Maksud kami jangan sampai ada seperti anak tiri, tolong dilihat ditinjau juga warga-warga kami di sini, ya kami minta bantu, kita juga terdampak," imbuhnya.

Editorial Team