Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260212-WA0010.jpg
Banjir di Pringsewu Lampung. (IDN Times/istimewa)

Intinya sih...

  • Jalur penghubung tersendat, petugas Satlantas Polres Pringsewu melakukan pengalihan jalur untuk mengurai kepadatan.

  • Drainase tak mampu menampung debit air, menyebabkan genangan dengan ketinggian lebih dari 40 cm di Jalinsum Sumatera.

  • Kondisi mulai normal setelah hujan mereda, namun polisi tetap mengimbau pengendara waspada terhadap potensi genangan serupa di masa depan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pringsewu, IDN Times – Hujan deras mengguyur Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis (12/2/2026), membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Barat (Jalinsum) Sumatera nyaris lumpuh.

Genangan di sejumlah titik memicu pengendara menghentikan laju kendaraan. Titik terparah berada di sekitar Simpang Empat Pasar Induk Pringsewu dan Simpang Hotel Urban.

Jalur utama penghubung Bandar Lampung–Kota Agung itu sempat dipadati kendaraan dari dua arah yang tak berani menerobos genangan.

Banyak kendaraan, terutama roda dua, memilih putar balik atau menunggu air surut. Sementara sejumlah mobil yang nekat melintas dilaporkan mogok di tengah jalan, memperparah kemacetan.

1. Jalur penghubung tersendat

Polisi saat mengatur jalan di Pringsewu Lampung saat banjir. (IDN Times/istimewa)

Petugas Satlantas Polres Pringsewu dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan dan melakukan pengalihan jalur guna mengurai kepadatan.

Arus dari arah Kota Agung dan Sukoharjo menuju Bandar Lampung dialihkan melalui Simpang Lima menuju Podomoro tembus Simpang Pusri. Alternatif lain melalui Jalan Kesehatan, Simpang SMK YPT, hingga tembus Simpang Hotel Urban.

Sementara kendaraan dari arah Bandar Lampung menuju Pringsewu atau Kota Agung dialihkan melalui Simpang Terminal menuju simpang empat Pasar Induk.

2. Drainase tak mampu tampung debit air

Banjir di Pringsewu Lampung. (IDN Times/istimewa)

Kasatlantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, mengatakan genangan terjadi akibat saluran irigasi yang tak mampu menampung lonjakan debit air hujan.

“Debit air meningkat tajam sehingga saluran meluap dan menggenangi badan jalan. Ketinggian air diperkirakan lebih dari 40 cm,” ujarnya.

3. Kondisi mulai normal

Polisi saat mengatur jalan di Pringsewu Lampung saat banjir. (IDN Times/istimewa)

Menurut Kadek, kondisi sore ini mulai berangsur normal setelah hujan mereda dan genangan perlahan surut. "Kendaraan sudah dapat melintas, meski dengan kecepatan rendah," jelasnya.

Polisi mengimbau pengendara tetap waspada saat melintasi jalur tersebut, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu genangan serupa.

Editorial Team