Bandar Lampung, IDN Times - Banjir kembali berulang di Kota Bandar Lampung dinilai bukan lagi sekadar dampak curah hujan tinggi, melainkan indikasi krisis ekologis terjadi secara sistematis. Kondisi ini disebut bukti kegagalan pemerintah daerah dalam mengelola tata ruang dan lingkungan hidup.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, bencana banjir terjadi berulang terlah terjadi sejak Januari hingga April tepatnya sepanjang awal 2026.
“Puncaknya terjadi pada Maret 2026 dengan sedikitnya 47 titik banjir dalam satu peristiwa. Ini menunjukkan banjir bukan lagi kejadian insidental, melainkan krisis ekologis yang terus berulang,” ujannya dimintai keterangan, Rabu (15/4/2026).
