ilustrasi merendahkan wanita (pexels.com/Keira Burton)
Tidak semua hubungan pertemanan harus dipertahankan dengan cara apa pun. Jika temanmu terus merendahkan, mengabaikan batasan, dan membuatmu merasa tidak berharga, kamu perlu mempertimbangkan kembali hubungan tersebut.
Cobalah mengevaluasi bagaimana perasaanmu setelah menghabiskan waktu bersamanya. Apakah kamu merasa nyaman dan didukung, atau justru sering merasa cemas karena takut menjadi bahan ejekan?
Perhatikan juga responsnya ketika kamu menyampaikan keberatan. Apakah dia berusaha memperbaiki perilakunya, atau justru menyalahkanmu karena dianggap terlalu sensitif?
Seseorang bisa saja melakukan kesalahan dan belajar dari perilakunya. Namun, jika sikap merendahkan terus berulang tanpa adanya kemauan untuk berubah, kamu tidak harus terus memberikan kesempatan yang sama.
Mengurangi intensitas komunikasi, membatasi pertemuan, atau mengambil jarak bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Jika perilakunya sudah mengarah pada perundungan atau mengganggu kesejahteraan emosionalmu, jangan ragu mencari dukungan dari orang yang kamu percaya.
Kamu berhak memilih lingkungan pertemanan yang membuatmu merasa aman, dihargai, dan didukung untuk berkembang.
Menghadapi teman yang suka merendahkan membutuhkan keberanian untuk mengenali perilaku yang tidak sehat, menyampaikan perasaan, dan menetapkan batasan pribadi. Kamu juga perlu mengingat tidak semua komentar orang lain harus dijadikan ukuran untuk menilai dirimu sendiri.
Jika temanmu bersedia mendengarkan dan memperbaiki sikapnya, hubungan tersebut mungkin masih bisa diperbaiki. Namun, jika dia terus mengulangi perilaku yang sama meskipun sudah mengetahui dampaknya, mengambil jarak bukanlah keputusan yang salah.
Pada akhirnya, pertemanan seharusnya menjadi tempat untuk saling mendukung, bukan arena untuk membandingkan atau menjatuhkan satu sama lain. Kamu tidak harus membenci seseorang untuk memutuskan kamu membutuhkan jarak darinya.