Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Asyik Mandi, Dua Remaja Meninggal Terseret Ombak di Pantai Lamsel
Korban Zharif Nibras Bacusta (20) dan Yeriko Sagala (19) dievakuasi petugas tim SAR. (Dok. Basarnas Lampung).
  • Dua remaja, Zharif Nibras Bacusta dan Yeriko Sagala, meninggal dunia setelah terseret ombak saat mandi di Pantai Labuhan, Lampung Selatan.
  • Tim SAR Bakauheni bersama warga dan aparat segera melakukan pencarian menggunakan perahu karet, alat selam, serta perangkat komunikasi meski kondisi ombak cukup besar.
  • Setelah sekitar satu jam pencarian, kedua korban ditemukan mengambang dekat lokasi tenggelam dan dievakuasi ke Puskesmas Sidomulyo sebelum diserahkan kepada keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Dua remaja meninggal dunia karena tenggelam terseret ombak saat asyik mandi di Pantai Labuhan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Kedua korban bernama Zharif Nibras Bacusta (20) dan Yeriko Sagala (19) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, setelah sempat hilang terbawa arus laut. Korban akhirnya ditemukan sekitar satu jam pencarian.

"Benar, dua orang remaja tersebut ditemukan mengambang oleh tim SAR dan warga setempat dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujar Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

1. Terseret ombak saat mandi bersama teman

Ilustrasi Tenggelam (unsplash.com/Tim Marshall)

Rezie menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, kedua korban bersama enam rekannya sedang mandi dan berenang di laut dengan jarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.

Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menggulung para korban hingga terseret ke tengah laut. Dua korban lain yakni Ari Setiawan dan Aris Satrio berhasil diselamatkan warga setempat yang kebetulan tengah berada di lokasi kejadian.

"Jadi total ada empat korban yang terseret arus dalam peristiwa ini. Dua selamat, sementara Zharif dan Yeriko tidak berhasil diselamatkan karena arus dan gelombang laut sudah terlanjur cukup kuat," katanya.

2. Tim SAR langsung lakukan pencarian

Korban Zharif Nibras Bacusta (20) dan Yeriko Sagala (19) dievakuasi petugas tim SAR. (IDN Times/Istimewa).

Rezie melanjutkan, Basarnas Lampung melalui personel Pos SAR Bakauheni baru menerima laporan ihwal korban tenggelam tersebut sekitar pukul 18.15 WIB. Alhasil, tim rescue langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Setibanya di lokasi, proses pencarian melibatkan Basarnas, aparat kepolisian, nelayan, dan masyarakat sekitar. Tim SAR juga melengkapi operasi tersebut dengan peralatan seperti perahu karet, alat selam, Aqua Eye, hingga perangkat komunikasi.

“Kondisi ombak saat kejadian cukup besar sehingga sempat menyulitkan proses pertolongan terhadap kedua korban hilang,” ucapnya.

3. Korban ditemukan mengambang dekat lokasi tenggelam

ilustrasi tenggelam (pixabay.com/Miller_Eszter)

Pascaberselang satu jam, Rezie menambahkan, operasi pencarian kedua korban akhirnya menemui titik terang sekitar pukul 19.20 WIB. Kedua korban ditemukan mengambang sekitar 10 meter dari lokasi awal tenggelam.

Selanjutnya, tim SAR gabungan bersama warga setempat segera mengevakuasi jasad kedua korban ke tepi pantau, serta langsung dibawa menuju Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Dengan telah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” imbuh Rezie.

Editorial Team