Bandar Lampung, IDN Times - Di satu rumah semi permanen sempit berukuran sekitar 6 x 3,5 meter di Kelurahan Gunung Sulah, Kota Bandar Lampung tampak kehidupan salah satu keluarga sederhana penuh keterbatasan.
Dinding bangunan rumah hanya asbes dan triplek, lantainya bahkan beralaskan semen dingin. Di sanalah seorang anak remaja Khusnul Mubarok Arafah (15) tinggal bersama bibi, paman, kakak, dan dua sepupunya. Lima jiwa ini bertumpu pada penghasilan tak menentu.
Paman Khusnul bekerja serabutan dan sang bibi membuat kemplang demi menyambung hidup. Sejak kecil, Khusnul sudah mengenal kehilangan.
Ibunya meninggal saat ia masih di taman kanak-kanak. Sedangkan ayahnya pergi entah kemana meninggalkan tanggung jawab atas dirinya dan sang kakak.
“Dari kecil memang saya yang urus. Ibunya sudah gak ada, bapaknya gak pernah tahu kabarnya. Saya anggap dia anak saya sendiri," ujar Meliana, bibi Khusnul dimintai keterangan, Jumat (23/5/2025).