Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution menjelaskan kelompok pengeluaran harga naik memicu inflasi April 2026 yakni, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,66 persen; kelompok pakaian dan alas kaki (0,63 persen); kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,38 persen).
Inflasi juga dipicu dari kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,55 persen; kelompok kesehatan (0,33 persen); kelompok transportasi (1,82 persen); kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,67 persen); kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran 1,82 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (8,07 persen).
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada April 2026, antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, beras, sigaret kretek mesin (skm). Selain itu dari minyak goreng, mobil, telur ayam ras, nasi dengan lauk, sigaret kretek tangan (skt).
"Bimbingan belajar, angkutan udara, ikan layang atau ikan benggol, shampo, bayam, ikan nila, bahan bakar rumah tangga, ikan kembung, kontrak rumah, baju kaus tanpa kerah atau t-shirt pria, dan sewa rumah juga beri andil," jelas Ahmad, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi merujuk month to montoh (m-to-m) pada April 2026, antara lain, minyak goreng, ikan nila, sigaret kretek mesin (skm), beras, cabai merah, angkutan udara. Selain itu dari bahan bakar rumah tangga, mie, kangkung, parfum, bayam, air kemasan, ayam hidup, telepon seluler, nasi dengan lauk, shampo, kasur, pepaya, tempe, dan deodorant.