ilustrasi minyak goreng (vecteezy.com/Muhammad Fawaid)
Deputi Direktur Kpwi BI Lampung, Achmad P Subarkah menjelaskan, komoditas utama penyumbang inflasi antara lain minyak goreng, ikan nila, sigaret kretek mesin, beras, dan cabai merah. Andil masing-masing sebesar 0,09 persen; 0,04 persen; 0,03 persen; 0,03 persen dan 0,03 persen (mtm).
Kenaikan harga minyak goreng imbuhnya, didorong meningkatnya biaya input produksi kemasan. Itu seiring lonjakan harga plastik akibat konflik Timur Tengah yang terus berlanjut.
Selanjutnya, kenaikan harga ikan nila seiring permintaan yang meningkat di tengah cuaca yang tidak menentu. Kenaikan harga beras dan cabai merah sejalan dengan berakhirnya puncak panen raya serta terbatasnya tambahan produksi disebabkan tunda tanam akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif.
"Adapun, harga sigaret kretek mesin yang meningkat disebabkan oleh peningkatan harga tembakau, serta penyesuaian biaya distribusi seiring kenaikan tarif Jalan Tol Terbanggi Besar," urai Ahmad, Selasa (5/5/2026).