Bandar Lampung, IDN Times - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) penyeberangan laut strategis menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Menurutnya, masih ada persoalan mendasar terkait antrean panjang kendaraan di pelabuhan.
Ia menyebut, salah satu penyebab utama adalah keterbatasan jumlah dermaga yang membuat kapal tidak dapat beroperasi secara optimal.
“Saya sudah banyak diskusi, kenapa terjadi antrean yang begitu panjang. Disaat itu tidak semua kapal bisa beroperasi, dari 72 kapal, secara reguler hanya bisa dioperasikan 28 kapal dan 5 kapal untuk beroperasi di dermaga darurat,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
