Bandar Lampung, IDN Times - Prevalensi stunting di Provinsi Lampung tercatat berada di angka 15,2 persen pada 2022. Bagaimana periode 2023? Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim selalu menggalakkan upaya penurunan stunting lewat aksi konvergensi maupun mengajak daerah lokus untuk memaksimalkan penurunan stunting.
Namun menurut data Kementerian Dalam Negeri, jumlah balita stunting di Lampung 2023 mencapai 20.878 anak atau sekitar 39,4 persen dari jumlah balita keseluruhan. Berdasarkan daerahnya, Mesuji menjadi kabupaten jumlah terbanyak yakni sebanyak 1.448 anak.
Koordinator Program Manajer Satgas Percepatan Penurunan Stuting BKKBN Provinsi Lampung, Sugeng Trihandoko menyampaikan, ada dua faktor utama anak bisa terkena stunting yakni faktor kesehatan dan lingkungan.
“Kalau mau dipersentase, penyebab stunting paling besar itu ada di faktor lingkungan yaitu sekitar 70 persen. Sedangkan murni karena kesehatan 30 persen,” katanya kepada IDN Times, Jumat (1/12/2023).
Sugeng menjelaskan, faktor lingkungan ini sangat luas dalam pengertiannya. Bisa meliputi lingkungan rumah kumuh, sanitasi tak memadai atau bahkan orang-orang di sekitar anak tersebut merupakan perokok aktif sehingga dimungkinkan anak terkena ISPA atau penyakit lainnya sehingga asupan makanannya berkurang.