Sebuah komitmen terbangun dari kesamaan visi yang sama. Kamu dan dia menemukan kenyamanan yang sama besarnya dalam hubungan yang terjalin.
Kamu dan dia terikat dalam satu jalinan cinta terhubung oleh sikap positif satu sama lainnya. Sebuah komitmen menuntut sebuah kejujuran dan keterbukaan pada banyak hal.
Menuntut adanya kehadiran dan sikap ‘saling’ yang penting untuk menguatkan hubungan kalian. Namun, yang perlu kamu ingat, komitmen tercipta antara kamu dan dia, bukan alasan kamu berhak atas kehidupan dia seutuhnya.
Dia tetaplah seorang manusia masih punya hak atas dunianya sendiri. Berikut ini lima alasan kamu gak boleh mengekang dia hanya karena alasan menjaga komitmen.
