Bandar Lampung, IDN Times – Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui mekanisme perwakilan di DPRD kembali mengemuka.
Pakar komunikasi politik dan pemilu Unila, Robi Cahyadi Kurniawan, mengatakan pilkada langsung yang berjalan lebih dari dua dekade memang lahir sebagai koreksi atas sistem lama. Namun dalam praktiknya, pola persoalan yang sama terus berulang.
“Selama 20 tahun ini kita melihat kelemahan pemilihan langsung, mulai dari maraknya politik uang, korupsi, inkonsistensi kebijakan publik, hingga pemborosan anggaran,” kata Robi dalam diskusi Pilkada Tidak Langsung: Menata Ulang Demokrasi dan Memutus Rantai Politik Uang di Bandar Lampung, Kamis (22/1/2026).
Menurut Robi, keterlibatan pemilih dalam jumlah besar justru membuka ruang transaksi politik yang semakin luas. Kontestasi elektoral kerap berubah menjadi arena tawar-menawar terbuka.
