Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
590 Mahasiswa ITERA Ikuti Program KKN Lokal hingga Internasional
590 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dilepas untuk menjalankan program kuliah kerja nyata (KKN) (official.itera)
  • Sebanyak 590 mahasiswa ITERA dilepas untuk menjalankan program KKN
  • KKN dilaksanakan di 32 desa di Kabupaten Tanggamus, Bengkulu, Sumatera Utara, dan Maluku
  • Kegiatan KKN bertujuan memberikan perhatian dan wujud kiprah Itera kepada daerah Provinsi Lampung dan Sumatra
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Sebanyak 590 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dilepas untuk menjalankan program kuliah kerja nyata (KKN). Ada enam program KKN diikuti mahasiswa ITERA, yaitu KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KKN Tematik, KKN Kebangsaan, KKN Bilateral, KKN Bersama Internasional, hingga KKN Siger Berjaya yang diinisiasi pemerintah Provinsi Lampung.

"KKN PPM ITERA saat ini telah memasuki periode ke-13, dan ada 6 kegiatan KKN yang dilaksanakan dengan jumlah peserta 590 mahasiswa," kata Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Rahayu Sulistyorini, Selasa (4/6/2024).

1. Mahasiswa ITERA ikuti KKN daerah hingga internasional

ilustrasi sekelompok mahasiswa (pexels.com/Ivan Samkov)

Rahayu menjelaskan, dalam KKN PPM, sebanyak 289 mahasiswa ITERA akan mengabdi di 32 desa di Kabupaten Tanggamus, tersebar di empat kecamatan yaitu Pematang Sawah, Limau, Kota Agung Barat, dan Kota Agung Timur. KKN PPM dilaksanakan 4 Juni–4 Juli 2024. Sementara KKN Tematik tahun ini dilaksanakan di kabupaten yang sama, yaitu Tanggamus, tepatnya di Kecamatan Kota Agung Timur.

Selain itu, sebanyak 10 mahasiswa akan mengikuti KKN Bilateral dengan Universitas Bengkulu, yang dilaksanakan 1 Juli hingga 16 Agustus 2024, di Desa Arga Makmur, Bengkulu Utara, Bengkulu. Program KKN lainnya, 5 mahasiswa juga akan menjalani KKN Bersama Internasional, dilaksanakan di Kabupaten Samosir dan Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Mereka akan bergabung bersama 192 mahasiswa dari 33 PTN di Indonesia wilayah barat dan 28 mahasiswa asing dari Malaysia, Thailand, Srilanka, Yaman, Filipina dan Jerman.

Sementara peserta KKN Siger Berjaya akan mengabdi desa di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, dan KKN Kebangsaan dilaksanakan di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Buru di Provinsi Maluku.

2. Berharap mahasiswa temukan potensi unggulan daerah

ilustrasi mahasiswa sedang di kampus (pexels.com/George Pak)

Disampaikan Rahayu, KKN tersebut bertujuan memberikan perhatian dan wujud kiprah Itera kepada daerah Provinsi Lampung, dan Sumatra.

“Hal ini akan memperkuat sinergi, dan implementasi program pemerintah daerah dengan perguruan tinggi, semoga memberikan dampak positif, sehingga setiap mahasiswa dapat menemukan potensi unggulan daerah,” ujarnya, Selasa (4/6/2024).

Pihaknya berharap, mahasiswa juga dapat mengidentifikasikan problem di masyarakat, dan mampu mengimplementasikan ilmu selama ini didapatkan di kampus, untuk berkontribusi dalam kemajuan daerah.

3. Perguruan tinggi adalah motor penggerak inovasi

ilustrasi wisuda (pexels/Olia Danievich)

Sekretaris Daerah Lampung, Fahrizal Darminto, mengatakan, para mahasiswa adalah pemuda-pemudi beruntun bisa mengenyam pendidikan tinggi di ITERA. Selama ini, perguruan tinggi adalah motor penggerak inovasi baik di tingkat lokal hingga nasional. Kampus berperan sebagai agen perubahan, sehingga pemikiran dan inovasi diharapkan lahir dari kampus.

“Jikalau pemikiran-pemikiran itu digabungkan seperti puzzle, akan menjadi pemikiran besar. Sehingga perguruan tinggi dengan tri darma dapat mengungkit keberhasilan pembangunan. Untuk itu, Bapak gubernur sangat mendorong perguruan tinggi di Lampung dapat maju,” ujar Fahrizal.

Sekda menyebut, masing-masing perguruan tinggi di Lampung mempunyai keunggulan, sehingga kolaborasi seperti dalam penyelenggaraan program KKN sangat dibutuhkan. Karena ketika turun ke desa, masalah yang dihadapi adalah masalah multidimensi, sehingga perlu kolaborasi disiplin keilmuan yang diperoleh mahasiswa.

“Jadikan KKN menjadi arena belajar menjadi pemimpin, inovator, dan agen perubahan untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi pribadi, keluarga, dan bangsa Indonesia dalam menyongsong Indonesia emas 2045 dengan penuh semangat,” terangnya.

Editorial Team