Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

12 Tahun Itera: Riset Harus Jadi Inovasi, Inovasi Jadi Solusi

Bandar Lampung
4 min read
12 Tahun Itera: Riset Harus Jadi Inovasi, Inovasi Jadi Solusi
Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 Itera, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).
  • Itera menandai Dies Natalis ke-12 dengan fokus transformasi menjadi kampus unggul dan berdampak, termasuk peningkatan kualitas SDM serta akselerasi pendidikan doktor bagi dosen yang baru mencapai 13 persen.
  • Itera membentuk satuan tugas riset multidisiplin untuk hilirisasi dan komersialisasi inovasi, mencakup komoditas unggulan Lampung, logam tanah jarang, energi terbarukan, desa binaan, geopark, dan pengelolaan sampah.
  • Itera menyiapkan penguatan tata kelola menuju BLU serta pembangunan infrastruktur, sementara Mendiktisaintek mendorong riset kampus menjawab persoalan Lampung, Sumatra, dan Indonesia serta diakui dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Tantangan perguruan tinggi semakin kompleks. Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat.

Contohnya, kecerdasan buatan (artificial intelligence), transformasi digital, ekonomi berbasis pengetahuan, perubahan dunia kerja, serta tuntutan terhadap pendidikan yang fleksibel dan relevan telah mengubah wajah perguruan tinggi.

Merujuk hal itu, Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus dituntut untuk berbenah dan meningkatkan kontribusi yang lebih besar lagi dalam menghasilkan sumberdaya unggul, pengembangan ilmu pengetahuan serta hasil inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa. Hal tersebut disampaikan Rektor Itera, Elfahmi dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 Itera, Selasa (6/10/2026).

  1. 1. Dies natalis ke-12, momentum bertransformasi menjadi perguruan tinggi unggul dan berdampak

    Rektor Itera, Elfahmi (tengah) dan wakil rektor menghadiri konferensi pers Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 Itera, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).
    Rektor Itera, Elfahmi (tengah) dan wakil rektor menghadiri konferensi pers Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 Itera, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

    Merujuk tantangan tersebut menurut Elfahmi mengatakan, Dies natalis ke-12, momentum bagi Itera untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM menjadi fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

    Ia juga menyoroti akselerasi pendidikan S3 dosen. Di Itera saat ini tercatat baru 13 persen yang bergelar Doktor.

    "Ini menjadi sangat penting, demikian juga pentingnya berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kependidikan," papar Elfahmi.

  2. 2. Bentuk satuan tugas riset multi disiplin

    ilustrasi riset, ilmuwan, lab, mikroskop
    ilustrasi riset, ilmuwan, lab, mikroskop (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Rektor juga mengatakan, Itera terus mendorong riset dan inovasi yang semakin berdampak serta hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. Riset harus menjadi inovasi dan inovasi harus menjadi solusi. Dan solusi harus memberikan dampak.

    Untuk itu, Itera telah membentuk satuan tugas riset multi disiplin dalam beberapa topik, di antaranya riset dan inovasi untuk nilai tambah singkong dan komoditi lainnya seperi lada, pala, nanas, kopi dan lain-lain yang merupakan unggulan Provinsi Lampung.

    Ada juga kelompok riset logam tanah jarang yang telah bekerjasama dengan Badan Industri Mineral dan Perminas. Selain itu, energi baru terbarukan, di antaranya meningkatkan kapasitas solara panel yang telah dimiliki Itera saat ini.

    Kelompok riset desa binaan dengan komoditi alpukat siger serta potensi geopark baru, di Desa Jatimulyo, Lampung Timur. Kelompok riset sampah terintegrasi (Integrated waste agri center Itera, IWACI) dan lain-lain juga digulirkan

  3. 3. Bangun GKU 3 dan auditorium

    Proyek pembangunan gedung.
    ilustrasi pembangunan (pexels.com/Diego Pontes)

    Elfahmi menjelaskan, selain kapasitas SDM, riset dan inovasi, peningkatan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, humanis, kekeluargaan, andal serta tangguh merupakan hal penting yang terus diupayakan oleh Itera.

    "Penguatan organisasi sangat diperlukan di saat Itera semakin membesar. Itera sedang mengikhtiarkan transformasi Itera Satker menjadi Itera BLU. Di samping itu Itera sedang mengusulkan Organisasi Tata Kelola (OTK) baru sehingga untuk pengelolaan Itera yang terus berkembang pesat," papar rektor

    Fokus lainnya tak kalah penting dalam menunjang pencapaian visi dan misi Itera adalah pembanguan infrastruktur. Tahun ini sedang berlangsung berbagai renovasi terhadap fasilitas pendidikan dan pendukungnya.

    Selain itu, pembangunan Gedung Layanan Umum seperti beberapa Gedung baru di Itera yaitu Gedung Kuliah Umum (GKU) 2, Gedung OSCE, Apotek dan Gedung Klinik Itera. "Tahun ini juga sedang berproses dalam penyiapan Pembangunan GKU 3 dengan pendanaan SBSN, serta gedung auditorium ITERA oleh Kemen PUPR beserta JPO. Semoga pembangunan infrastruktur ini terus berlanjut," harap Elfahmi.

  4. 4. Mendiktisaintek berharap program penelitian Itera diakui dunia

    ilustrasi penelitian
    ilustrasi penelitian (unsplash.com/ThisisEngineering)

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto menghadiri Dies Natalis ke-12 Itera. Brian mengatakan, ingin beragam program penelitian sustain di Itera diakui dunia.

    Kementerian dipimpinnya terus mendorong Itera dapat berdampak, menjawab masalah-masalah yang ada di daerah sekitarnya.

    "Beberapa hal kami juga meminta Itera melanjutkan, seperti pemanfaatan lahan-lahan di sini, bisa dibangun pilot-pilot industri juga sudah dimulai. Jadi kami berharap ini dapat terus dilanjutkan. dan juga kita berharap keberadaan Itera dapat memanjukan Sumatra, Provinsi Lampung dan Indonesia

    Brian juga berharap, Itera ke depan dapat juga terus membantu pemerintah daerah di Lampung. "Jadi berbagai masalah-masalah yang ada di provinsi, kami persilahkan diberikan kepada ITERA, atau kampus-kampus lainnya," terang pria berkacamata ini.

    "Sehingga berbagai penelitian, mulai dari skripsi, tesis, itu nantinya merupakan riset-riset untuk menjawab permasalahan yang ada di Sumatera, khususnya yang ada di Lampung," jelas mantan rektor ITB ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More