Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Nilai ekspor Provinsi Lampung naik 11,61% dibanding Februari 2025, mencapai US$578,05 juta
  • Nilai impor Provinsi Lampung turun 41,49% dibanding Februari 2025, mencapai US$165,95 juta
  • Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung Maret 2025 surplus US$412,09 juta
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Nilai ekspor Provinsi Lampung naik sekitar 11,61 persen dan nilai impor turun signifikan mencapai 41,49 persen pada Maret 2025 dibandingkan aktivitas perdagangan Lampung Februari 2025.

Berdasarkan data diterima IDN Times, nilai ekspor Provinsi Lampung Maret 2025 mencapai US$578,05 juta atau meningkat 11,61 persen setara US$60,11 juta, dibandingkan Februari 2025 yang mencapai US$517,93 juta.

Sementara nilai impor Provinsi Lampung Maret 2025 mencapai US$165,95 juta menurun sebesar US$117,67 juta atau turun 41,49 persen, dibandingkan Februari 2025 yang mencapai US$283,62 juta.

1. Peningkatan nilai ekspor ditunjang 10 golongan barang utama

Ilustrasi biji kopi (pexels.com/Igor Haritanovich)

Terkait kondisi ini, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Muhammad Ilham Salam mengatakan, perkembangan nilai ekspor Maret 2025 ditunjang sepuluh golongan barang utama Provinsi Lampung. Itu meliputi lemak dan minyak hewan atau nabati; kopi, teh, rempah-rempah; bahan bakar mineral.

Kemudian ampas dan sisa industri makanan; olahan dari sayuran, buah, dan kacang; pulp dari kayu; berbagai produk kimia; karet dan barang dari karet; kayu, barang dari kayu; serta ikan, krustasea dan moluska.

"Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung Maret 2025 adalah Amerika Serikat, India, Pakistan, Belanda, Inggris, Tiongkok, Bangladesh,
Vietnam, Philipina dan Selandia Baru," katanya, Sabtu (3/5/2025).

Kegiatan ekspor menurut sektor selama sebulan terakhir menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan. Mulai dari sektor industri pengolahan naik sebesar 15,94 persen; sektor pertambangan dan lainnya naik sebesar 4,40 persen; serta sektor pertanian naik sebesar 3,68 persen.

"Ekspor selama Maret 2025 masih lebih tinggi dibandingkan kondisi di bulan yang sama di 2024, dengan tren yang terus meningkat," lanjut dia.

2. Catat penurunan impor signifikan

ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Ilham melanjutkan, peningkatan nilai ekspor kali ini berbanding terbalik dengan perkembangan aktivitas nilai impor. Pasalnya, impor Provinsi Lampung Maret 2025 mencapai US$165,95 juta atau menurun sebesar US$117,67 juta atau turun 41,49 persen dibandingkan Februari 2025 tercatat US$283,62 juta.

Kemudian nilai impor Maret 2025 tersebut turun sebesar US$165,86 juta atau 49,99 persen, jika dibanding Maret 2024 tercatat US$331,81 juta.

Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Maret 2025 adalah Angola US$68,27 juta; Amerika Serikat US$16,71 juta; Brazil US$16,28 juta; Australia US$14,60 juta; Uni Emirat Arab US$13,44 juta; Tiongkok US$7,70 juta; Italia US$7,39 juta; Kanada US$4,73 juta; Singapura US$3,53 juta; dan Fed Russia US$2,71 juta.

Menurut dia, nilai impor pada Maret 2025 dibanding Februari 2025 untuk bahan baku atau penolong turun 44,75 persen dan barang modal turun sebesar 28,99 persen. "Untuk barang konsumsi naik sebesar 984,61 persen mencapai US$578,05 juta. Jumlah ini naik US$60,11 juta atau naik 11,61 persen dibandingkan Februari 2025 menyentuh US$517,93 juta," sambung Ilham.

3. Neraca perdagangan surplus US$412,09 juta

ilustrasi ekspor-impor menggunakan kapal (pexels.com/Pixabay)

Merujuk dari catatan tersebut, Ilham menyatakan, nilai ekspor Provinsi Lampung Maret 2025 mencapai US$578,05 juta, lebih tinggi dari nilai impor Maret 2025 sebesar US$165,95 juta. Kondisi ini menunjukkan neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung Maret 2025 surplus sebesar US$412,09 juta.

"Surplus neraca perdagangan Provinsi Lampung pada Maret 2025 diperoleh dari kelompok negara lainnya US$278,81 juta, negara yang tergabung dalam Uni Eropa sebesar US$58,96 juta, serta kelompok negara ASEAN sebesar US$52,26 juta," kata dia.

Editorial Team