Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indosat Ooredoo Hutchison membukukan kinerja progresif pada sebagian besar indikator kinerja utama di kuartal pertama 2025. (Dok. Indosat).
Indosat Ooredoo Hutchison membukukan kinerja progresif pada sebagian besar indikator kinerja utama di kuartal pertama 2025. (Dok. Indosat).

Intinya sih...

  • Pendapatan Indosat mencapai Rp13,5 triliun dengan EBITDA sebesar Rp6,41 triliun, tumbuh 0,6% secara kuartalan.
  • ARPU Indosat mencapai hampir Rp40 ribu (Rp39,2 ribu), tumbuh 4,6% YoY. Jumlah pelanggan seluler bertambah 700 ribu menjadi 95,4 juta.
  • Capex Indosat sebesar Rp2.620,4 miliar dengan 90,4% dialokasikan pada pengembangan bisnis seluler. Total BTS 4G meningkat menjadi 202.179.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Indosat Ooredoo Hutchison membukukan kinerja progresif pada sebagian besar indikator kinerja utama di kuartal pertama 2025 meskipun di tengah tekanan industri yang semakin kompetitif dan menantang.

Merujuk periode terlapor, Indosat mencatat pendapatan yang stabil sebesar Rp13,5 triliun, dengan EBITDA sebesar Rp6,41 triliun atau tumbuh 0,6 persen secara kuartalan (QoQ). Torehan itu didukung fokus berkelanjutan perusahaan terhadap disiplin biaya dan eksekusi yang efisien.

Dari sisi Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk meningkat sebesar 27 persen secara kuartalan menjadi Rp1,31 triliun. Alhasil, itu menandai kinerja laba positif selama 17 kuartal berturut-turut.

1. Total pelanggan mencapai 95,4 juta

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggelar buka puasa bersama awak media di Swiss-Belhotel Lampung, Selasa, (11/3/2025). (Dok. IOH).

Pada kuartal pertama tahun 2025, pertumbuhan ARPU yang positif disertai dengan peningkatan berkelanjutan dalam jumlah pelanggan. ARPU Indosat tercatat mencapai hampir Rp40 ribu (Rp39,2 ribu), tumbuh sebesar 4,6 persen YoY. Sementara jumlah pelanggan seluler bertambah sebanyak 700 ribu dibandingkan kuartal sebelumnya, sehingga total pelanggan mencapai 95,4 juta.

Selama kuartal ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal (Capex) sebesar Rp2.620,4 miliar, dengan 90,4% di antaranya dialokasikan pada pengembangan bisnis seluler. Jumlah total BTS 4G Indosat meningkat menjadi 202.179, naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang turut memperluas akses digital dan meningkatkan kualitas layanan di seluruh negeri.

"Capaian kuartal ini tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan yang solid. Tetapi juga dedikasi tanpa henti dari seluruh tim melayani masyarakat Indonesia," jelas President Director and Chief Executive Officer of Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam konferensi pers virtual dihadiri IDN Times, Rabu (30/4/2025).

2. Operator ketiga di dunia mengimplementasikan teknologi AI-RAN

Illustrasi Teknologi AI untuk Pembayaran Masa Depan

Vikram mengatakan, membangun fondasi bagi Indonesia yang berbasis digital dan AI, Indosat sedang mempersiapkan masa depan digital Indonesia dengan memperluas infrastruktur jaringan ke seluruh penjuru negeri. Terutama dengan jaringan berkapasitas tinggi yang siap mendukung teknologi AI.

Melalui investasi berkelanjutan di jaringan 4G dan persiapan menuju 5G, Indosat membuka akses digital yang lebih luas, cepat, dan andal, terutama di daerah yang masih kurang terlayani. Infrastruktur ini bukan hanya krusial untuk konektivitas, tetapi juga mendukung teknologi-teknologi yang akan mendorong transformasi Indonesia berikutnya: AI, IoT, cloud computing, dan platform digital.

Selain itu, pada ajang Mobile World Congress 2025 di Barcelona, Indosat mengumumkan kolaborasi strategis dengan Nokia dan NVIDIA,. Itu menjadikannya operator pertama di Asia Tenggara, dan ketiga di dunia yang secara komersial mengimplementasikan teknologi AI-RAN.

Inovasi ini memperkuat jaringan 5G Cloud RAN milik Indosat dengan kecerdasan buatan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi jaringan, mengurangi konsumsi energi, dan memperbaiki kualitas layanan. Selain itu, Indosat juga menyelenggarakan Indonesia AI Day for Mining Industry, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mengeksplorasi solusi berbasis AI, 5G, dan IoT dalam rangka menciptakan keberlanjutan dan meningkatkan efisiensi di salah satu sektor vital di Indonesia.

3. Memberdayakan Indonesia melalui gaya hidup digital dan pengembangan talenta

Indosat Ooredoo Hutchison menghadirkan Digital Hub, fitur terbaru kini tersedia di aplikasi myIM3 dan bima+ (Dok. Indosat).

Komitmen Indosat untuk memberdayakan Indonesia mencapai tonggak penting dengan peluncuran Digital Hub pada Februari 2025. Dirancang sebagai ekosistem terintegrasi, Digital Hub menghadirkan beragam layanan pilihan di bidang hiburan, e-commerce, kesehatan, dan gaya hidup, memperkaya pengalaman digital harian bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Inisiatif ini dengan cepat mendapat sambutan positif, tercermin dari tingginya keterlibatan pelanggan di berbagai platform Indosat, dengan lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan dan 10 juta pengguna harian di aplikasi myIM3 dan bima+.

Selain memanfaatkan ekosistem digital dari Digital Hub, Indosat terus memperluas program pengembangan talenta di seluruh Indonesia, seperti Generasi TerkonekSI (GenSi) dan IDCamp.  Inisiatif ini membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan penting dalam AI, otomatisasi, dan digital leadership, kompetensi yang semakin dibutuhkan di pasar kerja yang terus berkembang. Dengan sertifikasi berstandar global, inisiatif ini membuka jalan nyata menuju peluang bagi generasi penerus bangsa.

Pendekatan terintegrasi ini, yang menghubungkan pemberdayaan gaya hidup digital dengan pengembangan talenta, menegaskan perjalanan transformasi Indosat yang lebih luas. Sebagai kolaborator utama dalam ekosistem digital dan AI Indonesia, Indosat terus mempercepat perjalanannya menuju AI Native TelCo dan AI TechCo. Visi ini diwujudkan melalui investasi strategis pada teknologi mutakhir, pengembangan inisiatif pendidikan inklusif, dan pengembangan ekosistem yang mendorong inovasi AI serta otomatisasi.

4. Jaringan 4G di Sumatra tumbuh hingga 16 persen

Ekspedisi Jaringan Andal digelar Indosat Ooredoo Hutchison, Selasa (11/3/2025). Ekspedisi ini melibatkan dua rute utama, yakni Jakarta–Lampung–Palembang dan Jakarta–Jogja–Malang. (Dok. Indosat).

Pada kuartal pertama 2025, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) di Circle Sumatra mencatat pertumbuhan penggunaan jaringan 4G di wilayah Sumatera Selatan sebesar 16 persen YoY. Pencapaian ini didukung oleh berbagai upaya peningkatan kualitas jaringan, perluasan cakupan layanan 4G, serta optimalisasi kapasitas di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Selatan, termasuk Lampung dan Palembang.

Tidak hanya itu, Indosat Sumatra bagian Utara juga meningkatkan BTS 4G sebesar 9 persen dan Sumatra bagian Tengah sebesar 11 persen dibanding tahun lalu periode yang sama. Indosat juga terus berinvestasi dalam modernisasi jaringan untuk memastikan koneksi yang cepat, stabil, dan andal bagi pelanggan di semua lapisan masyarakat. Terbukti dengan kenaikan trafik hingga mencapai 4.4 persen, didominasi di Sumbagsel.

Ke depan, Indosat Circle Sumatra akan terus memperluas jangkauan jaringan, meningkatkan kapasitas, serta berinovasi menghadirkan layanan-layanan baru yang relevan dengan kebutuhan pelanggan di era digital ini.

Editorial Team