Bandar Lampung, IDN Times - Perputaran uang adalah nadi utama perekonomian daerah. Semakin aktif pusat pertokoan, pasar tradisional, hingga sarana perdagangan modern seperti minimarket dan restoran, maka semakin hidup pula denyut ekonomi masyarakatnya.
Pasar bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ruang bertemunya produsen, pedagang, dan konsumen yang menciptakan pergerakan ekonomi harian. Begitu pula restoran dan rumah makan yang menjadi indikator meningkatnya daya beli dan gaya hidup masyarakat.
Jika perputaran uang berjalan lancar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga berimbas pada penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan sektor jasa, hingga peningkatan pendapatan daerah. Inilah sebabnya mengapa jumlah pertokoan, pasar, dan sarana perdagangan kerap dijadikan salah satu cerminan kemajuan ekonomi suatu wilayah.
Sepanjang 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat aktivitas perekonomian daerah. Salah satunya melalui pendataan jumlah pertokoan, pasar, dan sarana perdagangan di seluruh kabupaten/kota.
Berdasarkan penggabungan data kelompok pertokoan, pasar, serta minimarket dan restoran, berikut IDN Times sajikan 5 daerah di Lampung dengan jumlah pertokoan, pasar, dan sarana perdagangan terbanyak di Provinsi Lampung.
