ilustrasi membaca (IDN Times/Shemi)
Terdapat enam materi di dalam Buku Saku Penggerak Ekonomi Wisata ini. Enam materi tersebut meliputi Pemetaan Sosial, 3A Pariwisata dan Ekomoni Kreatif, Trilogi Pembangunan Desa dan Community Approach, Digital Tourism, Kolaborasi Pentahelix Pariwisata serta SDGs Desa dan Pemberdayaan.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu yang hadir dalam bedah buku menjelaskan, buku tersebut menjadi karya yang luar biasa. Itu merujuk pengalaman gerakan yang telah dilakukan oleh sang penulis bersama warga di Payungi.
“Kita ketahui sekarang Payungi tumbuh menjadi ruang kreatif yang mampu memberdayakan masyarakat bahkan ia menjadi inspirasi lahirnya pasar-pasar kreatif di Lampung,” ujar Ketua Fraksi PKS ini,.
Anggota DPD RI Abdul Hakim menambahkan, buku tersebut sangat baik untuk dijadikan pedoman bagi kita sebagai penggerak. “Kita harus terus membangun dan menumbuhkan para penggerak-penggerak unggul, baik secara spiritual, intelektual, mandiri dalam ekonomi, berjiwa sosial dan punya kepekaan sosial,” tambahnya.
Ketua IPSI Metro, Uni Titis menjelaskan, saat ini anak muda harus bergerak kreatif. “Anak muda jika ingin sukses harus terus mampu berkarya dan berinovasi dengan diiringi doa, usaha, ikhtiar dan yawadhu.