Natasya Salsabila, Alumni Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang berhasil meraih juara pertama Young Persons’ World Lecture Competition (YPWLC) 2025 (Dok.Itera)
Natasya menjelaskan, penelitiannya dilatarbelakangi oleh pesatnya pengembangan transistor berbasis galium nitrida yang memiliki efisiensi tinggi dan mampu bekerja pada kondisi ekstrem. Namun, material tersebut tidak dapat langsung ditumbuhkan di atas wafer silikon yang umum digunakan di industri sehingga memerlukan lapisan penyangga. Aluminium nitrida dipilih karena sifatnya yang stabil dan relatif mudah diproduksi.
“Dalam penelitian ini, saya menggunakan wafer 8 inci dengan mesin sputtering berbasis industri. Dengan pendekatan tersebut, produksi aluminium nitrida dapat meningkat sekitar 25–40 persen dalam satu kali proses,” ujar Natasya.
Saat ini, Ia menjalani tahun pertama pendidikan doktoralnya di UTHM setelah menyelesaikan studi magister di universitas yang sama. Ia merupakan penerima beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) disponsori Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia.
“Tidak semua orang harus unggul di semua bidang. Yang terpenting adalah fokus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun non-akademik," pesannya untuk mahasiswa Itera.