Stres bisa datang dari mana saja dan sering kali tanpa diundang. Apalagi saat tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan dan aktivitas selama bulan puasa.
Stres bisa datang yang pada akhirnya memicu naiknya asam lambung. Jika gak dikelola dengan baik, stres bisa berdampak buruk pada kesehatan, terutama jika kamu memiliki riwayat maag atau GERD.
Ketika stres menyerang, tubuh kita memproduksi lebih banyak asam lambung. Hal ini yang bisa menyebabkan munculnya rasa perih di perut, mual, hingga sensasi terbakar di dada.
Pastinya ini bisa mengganggu ibadah puasa dan aktivitas di bulan Ramadan. Berikut ini lima cara efektif untuk mengelola stres agar asam lambung stabil dan puasa tetap lancar.