Dosen Teknokrat Dedi Darwis Dinobatkan Sebagai Ilmuwan Nasional

Dapat hibah penelitian dan pengabdian paling banyak

Intinya Sih...

  • Dedi Darwis dinobatkan menjadi ilmuwan nasional versi pemeringkatan AD Scientific Index tahun 2024.
  • Mendapat 15 Hibah Penelitian dan PKM dari DRTPM Kemendikbudristek selama 7 tahun berturut-turut, serta memiliki peminatan riset pada bidang Steganografi, Internet of Things, dan Software Engineering.
  • Mempublikasikan 12 artikel terindeks bereputasi internasional, memiliki 3 Paten Industri, dan 12 Hak Cipta di DJKI Kemenkumham RI serta menerbitkan 3 buah buku hasil pengajaran dan penelitian.

Bandar Lampung, IDN Times - Sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini, Dosen Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Dedi Darwis dinobatkan menjadi saintis atau ilmuwan nasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik FTIK UTI itu dinobatkan sebagai ilmuwan kedua nasional versi pemeringkatan AD Scientific Index tahun 2024. Berikut IDN Times rangkum fakta menarik sederet prestasi diraih Dedi Darwis hingga didapuk sebagai ilmuwan nasional.

Baca Juga: Fakta Menarik Universitas Teknokrat jadi Kampus Standar Internasional

1. Sederet pencapaian tingkat dunia

Dosen Teknokrat Dedi Darwis Dinobatkan Sebagai Ilmuwan NasionalDosen Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Univeristas Teknokrat Dedi Darwis dinobatkan menjadi saintis atau ilmuwan nasional (instagram/dedidarwis)

Dedi Darwis mengatakan, telah mencatatkan sederet pencapaian di tingkat dunia, yakni menjadi pembicara kunci pada International Conference Artificial Intelligence Journey (AI Journey) 2023 yang diselenggarakan oleh Sberbank di Moskow, Rusia.

Kemudian, pada Maret 2024 ia diundang oleh Parul University India untuk menjadi pembicara utama pada International Conference on Emerging Vistas of Computer Science & IT in 21th Century 2024 (ICEVTM-2024).

Dedi mengatakan, telah memperoleh 15 Hibah Penelitian dan PKM dari DRTPM Kemendikbudristek selama 7 tahun berturut-turut dari tahun 2017-2023 untuk skema penelitian dasar, penelitian terapan, program kemitraan masyarakat, dan matching fund. la merupakan dosen dengan perolehan hibah penelitian dan pengabdian paling banyak di Universitas Teknokrat Indonesia.

"Saya memiliki peminatan riset dan kepakaran pada bidang Steganografi, Internet of Things, dan Software Engineering," ujarnya, Minggu (12/5/2024).

2. Memiliki 3 paten industri dan 12 hak cipta

Dosen Teknokrat Dedi Darwis Dinobatkan Sebagai Ilmuwan NasionalDosen Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Univeristas Teknokrat Dedi Darwis dinobatkan menjadi saintis atau ilmuwan nasional (instagram/dedidarwis)

Karya membanggakan lainnya ditorehkan Dedi adalah mempublikasikan 12 artikel terindeks bereputasi internasional, dan 30 artikel terakreditasi nasional. Bahkan memiliki 3 Paten Industri, dan 12 Hak Cipta di DJKI Kemenkumham RI serta menerbitkan 3 buah buku hasil pengajaran dan penelitian.

Saat ini ia juga bertugas sebagai Fasilitator Sekolah Penggerak dari Kemendikbudristek RI.

"Alhamdulillah, tahun ini saya juga dapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi kategori Penelitian. Terimakasih Teknokrat atas semua fasilitas yang sudah diberikan kepada para dosen dan mahasiswa sehingga selalu dapat berkarya dan meningkatkan prestasi," terangnya.

3. AD Scientific Index adalah lembaga terkenal

Dosen Teknokrat Dedi Darwis Dinobatkan Sebagai Ilmuwan NasionalDosen Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Univeristas Teknokrat Dedi Darwis dinobatkan menjadi saintis atau ilmuwan nasional (instagram/dedidarwis)

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Nasullah Yusuf mengapresiasi Dedi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, AD Scientific Index adalah lembaga terkenal kredibilitasnya dalam menilai karya ilmiah para peneliti dunia.

"Jadi Dedi mendapat reputasi yang sangat baik di kalangan akademisi dan riset setelah mendapatkan predikat saintis tersebut,” kata rektor, Minggu (5/5/24).

Menurut rektor, metodologi penilaian ketat dan transparan sehingga menjadi salah satu acuan penting bagi para peneliti, institusi pendidikan tinggi, dan lembaga penelitian dalam menyebarkan kualitas dan dampak karya ilmiah.

“Penilaian meliputi kualitas publikasi, jumlah kutipan, dampak penelitian, kolaborasi internasional, dan penghargaan ilmiah yang diterima,” ujar Nasullah.

Berkat prestasinya, Dedi mendapat penghargaan dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia bersamaan dengan kegiatan penghargaan mahasiswa berprestasi pada bulan Maret lalu.

“Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UTI, tetapi juga bagi Indonesia dalam upaya memajukan penelitian dan inovasi ilmu pengetahuan,” kata rektor.

Baca Juga: Gokart Teknokrat Lolos Final Kompetisi Nasional Karting Race 2023

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya