Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) (Dok/Itera)
mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) (Dok/Itera)

Intinya sih...

  • 136 mahasiswa DKV Itera mengikuti kuliah lapang di Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung.
  • Kuliah lapang dilakukan untuk melatih mahasiswa menggambar objek secara langsung dengan teknik cat air.
  • Mahasiswa diajak mengamati dan menggambar berbagai jenis hewan sebagai latihan tugas akhir semester.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Belajar tak melulu di dalam kelas. Hal itulah yang dirasakan oleh 136 mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) saat mengikuti kuliah lapangan di Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Basic Seni Rupa yang mengajak mahasiswa untuk keluar dari ruang kelas dan langsung berinteraksi dengan objek nyata di alam terbuka.

Selama tiga hari, para mahasiswa diajak mengamati dan menggambar berbagai jenis hewan secara langsung sebagai latihan tugas akhir semester. Seperti apa keseruan mereka?

Berikut IDN Times akan memberikan informasi kegiatan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) saat mengikuti kuliah lapangan di Taman Satwa Lembah Hijau. 

1. Kuliah lapangan sebagai laboratorium terbuka Mahasiswa Seni

mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) (Dok/Itera)

Menurut PG Wisnu Wijaya, dosen Prodi DKV Itera yang memandu kegiatan ini, kuliah lapang diadakan untuk melatih mahasiswa menggambar objek secara langsung dengan teknik cat air. Aktivitas ini dirancang menyerupai laboratorium terbuka, di mana mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan menggambar, tetapi juga belajar observasi anatomi dan karakter visual hewan secara detail.

“Konsepnya seperti laboratorium di lapangan. Mahasiswa belajar teknik menggambar langsung dari objek nyata sebagai bagian dari tugas akhir semester mereka,” jelas Wisnu, Selasa (20/6/2025).

Untuk memaksimalkan pengalaman belajar, mahasiswa dibagi ke dalam tiga sesi agar proses observasi dan praktik menggambar berjalan lebih efektif. Lokasi Taman Satwa Lembah Hijau dipilih bukan tanpa alasan.

Menurut Wisnu, tempat ini memiliki koleksi hewan yang lengkap, akses mudah karena masih berada dalam kota, dan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar di alam. “Sudah tiga tahun terakhir kami memilih Lembah Hijau sebagai laboratorium lapangan mahasiswa DKV,” ujarnya.

2. Gambar langsung dari alam, salah satu objek jadi fokus mahasiswa

mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) (Dok/Itera)

Wisnu menjelaskan, berbagai jenis hewan yang dijadikan objek gambar antara lain mamalia dan unggas, seperti rusa, gajah, beruang, burung merak, pelikan, rangkong, hingga burung unta. Dengan pendekatan langsung ini, mahasiswa diajak mengamati bentuk tubuh, proporsi, tekstur, hingga warna asli dari hewan-hewan tersebut.

"Teknik menggambar menggunakan cat air memberi tantangan tersendiri bagi mahasiswa karena harus menyesuaikan gradasi warna, bayangan, dan detail bentuk dalam waktu terbatas," jelasnya. 

Wisnu menyampaikan, metode belajar seperti ini sangat penting untuk mahasiswa seni dan desain karena memberikan pengalaman nyata dalam memahami bentuk dan visual dari objek-objek yang tidak statis. “Mereka belajar langsung dari kehidupan, bukan hanya dari gambar atau video,” ujar Wisnu.

3. Antusias mahasiswa merasa asyik, sejuk dan menantang

mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) (Dok/Itera)

Kegiatan ini disambut antusias oleh para mahasiswa, termasuk Erwin, mahasiswa semester II yang merasa pengalaman ini sangat berharga.

“Asyik banget. Ini pertama kalinya saya menggambar sambil melihat langsung objek hewan. Kita bisa menirukan bentuk dan warna aslinya, seperti gradasi dan bayangannya. Tantangannya justru di situ,” ceritanya.

Senada dengan Erwin, Patrick juga mengaku sangat menikmati suasana belajar di alam terbuka.

“Luar biasa. Suasananya berbeda dibandingkan di kelas. Di sini lebih sejuk, kita bisa menggambar langsung di alam. Pengalaman seperti ini sangat menyenangkan,” tuturnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team