Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20251128_205844.jpg
Sky Trail atau Jalur Jelajah Langit menjadi inovasi teranyar Institut Teknologi Sumatera (Itera) dipusatkan di Kebun Raya Itera, Jumat (28/11/2025) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).

Intinya sih...

  • Pakai tiga teleskop amati langit

    • OAIL Itera menempatkan tiga teleskop, termasuk Utopia III dan Utopia IIIb buatan Itera, untuk melihat planet Saturnus dan konstelasi di langit.

  • Lokasi kegiatan di Kebun Raya Itera memungkinkan pengunjung melihat flora dan fauna nocturnal.

  • Itera satu-satunya kampus di Lampung terpilih

    • Itera menjadi satu-satunya kampus di Lampung yang melaksanakan program Sky Trail setelah melewati seleksi bersama perguruan tinggi lain di Indonesia.

  • Kegiatan berkolaborasi dengan Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanet

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Sky Trail atau Jalur Jelajah Langit menjadi inovasi teranyar Institut Teknologi Sumatera (Itera). Kegiatan dipusatkan di Kebun Raya Itera, Jumat (28/11/2025) malam ini dihadiri pengunjung terdiri dari akademisi, Mahasiswa mahasiswa, anak-anak hingga masyarakat umum.

Kepala Pusat Kerja Sama dan Humas Itera, I Putu Mahendra, menjelaskan, Sky Trail merupakan kegiatan menawarkan pengunjung untuk menjelajah langit dengan mengikuti jalur jelajah yang telah dibuat. Di pos pengamatan, pengunjung bisa mengamati Planet Saturnus, aneka bintang, dan fenomena astronomi seperti hujan meteor.

1. Pakai tiga teleskop amati langit

Sky Trail atau Jalur Jelajah Langit menjadi inovasi teranyar Institut Teknologi Sumatera (Itera) dipusatkan di Kebun Raya Itera, Jumat (28/11/2025) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).

Khusus untuk pengamatan langit, OAIL Itera menempatkan tiga teleskop, yaitu Utopia III
dengan teleskop 500mm diameter 80 mm, untuk melihat planet Saturnus. Ada juga Teleskop Utopia IIIb, dan Teleskop Binokuler Celestron Skymaster 25 x 70, diameter 70 mm, perbesaran 25 kali untuk melihat konstelasi di langit.

Dari tiga teleskop tersebut, dua
di antaranya yaitu Utopia III dan Utopia IIIb adalah teleskop buatan Itera. Selain itu, karena lokasi kegiatan dipusatkan di Kebun Raya Itera, pengunjung dapat melihat aneka flora dan fauna yang aktif di malam hari (nocturnal) di setiap jalur jelajah.

"Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Kerja Sama dan Humas Itera, menjadi bagian dari program nasional Resona Saintek inisiatif Direktorat Sains dan Teknologi (Saintek) Kemdiktisaintek. Program ini bertujuan membumikan sains dan teknologi kepada masyarakat luas," papar Putu.

2. Itera satu-satunya kampus di Lampung terpilih melaksanakan program

Sky Trail atau Jalur Jelajah Langit menjadi inovasi teranyar Institut Teknologi Sumatera (Itera) dipusatkan di Kebun Raya Itera, Jumat (28/11/2025) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).

Putu menambahkan, Itera menjadi satu-satunya kampus di Lampung terpilih
melaksanakan program ini, setelah sebelumnya mengikuti seleksi bersama perguruan tinggi lain di Indonesia.

Kegiatan Sky Trail, Pusat Kerja Sama dan Humas berkolaborasi dengan Program
Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP), Prodi Biologi, Pusat Observatorium
Astronomi Itera Lampung (OAIL), dan Kebun Raya Itera.

3. Program Safari Sekolah sukses

Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Selenggarakan Kegiatan Ngamat Bareng OAIL (NGABRIL) 2025 (Dok/Humas Itera)

Lebih lanjut disampaikan Putu, sebelum mengadakan kegiatan Sky Trail di Kebun Raya Itera, Itera juga telah mengadakan
pengamatan langit Lampung dari Taman Purbakala Pugung Raharjo, Sekampung Udik, Lampung Timur. Lokasi Taman Purbakala Pugung Raharjo dipilih karena jauh dari polusi cahaya.

Selain itu, Itera juga mengadakan program Safari Sekolah di tiga sekolah di
Lampung, yaitu SMAN 1 Padang Cermin, Pesawaran, SMAN 15 Bandar Lampung, dan
SMA Huda, Jatiagung, Lampung Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, Itera terus memperluas akses edukasi sains bagi sekolahsekolah di Lampung, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi.

Editorial Team