Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Institut Teknologi Sumatra (Dok/Itera.ac.id)
Institut Teknologi Sumatra (Dok/Itera.ac.id)

Intinya sih...

  • Studium Generale di Itera membahas karier di industri minyak dan gas
  • Koordinator Program Studi Migas mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai penting bagi mahasiswa
  • Narasumber menjelaskan berbagai profesi, keterampilan teknis dan lunak yang diperlukan, serta tantangan di industri migas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas (Migas) bersama Himpunan Mahasiswa Minyak dan Gas (HMMG) menggelar Studium Generale bertajuk “Profesi dan Karier di Industri Oil and Gas”.

Acara yang berlangsung secara daring tersebut diikuti oleh ratusan sivitas akademika Itera. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Benyamin Elilaski Nababan, seorang Energy Enthusiast di bidang Petroleum Field Management, Geophysicist Engineering, sekaligus pendiri Bumikita. Ia juga merupakan alumni Itera yang kini berkarier di industri minyak dan gas.

1. Sektor migas merupakan industri strategis di Indonesia

Ilustrasi kilang minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Koordinator Program Studi (Kaprodi) Migas Itera, Andri Yadi P mengapresiasi HMMG Itera atas terselenggaranya Studium Generale ini. Ia menekankan pentingnya kegiatan tersebut bagi mahasiswa tingkat akhir dan peserta magang untuk memahami peluang karier di sektor minyak dan gas.

“Sektor migas merupakan industri strategis di Indonesia dan menawarkan peluang kerja yang menjanjikan,” ujar Andri, Selasa (25/3/2025).

2. Berbagai profesi di industri minyak dan gas

ilustrasi perusahaan minyak dan gas (migas) dunia (IDN Times/Arief Rahmat)

Benyamin Elilaski dalam paparannya menjelaskan berbagai profesi di industri minyak dan gas, seperti geofisikawan (geophysicist), insinyur perminyakan (petroleum engineer), insinyur pengeboran (drilling engineer), insinyur reservoir (reservoir engineer), insinyur produksi (production engineer), spesialis kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (HSE specialist), serta ilmuwan data (data scientist).

Ia juga menyoroti pentingnya keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan lunak (soft skills) untuk bersaing di dunia kerja.

3. Tantangan serta peluang di industri migas

Ilustrasi Sumur Minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain meningkatkan akademik, lanjutnya, mahasiswa perlu membangun keterampilan seperti public speaking dan memperluas jaringan (networking) untuk menunjang karier di masa depan.

Ia juga membahas tantangan serta peluang di industri migas, termasuk volatilitas harga minyak, transisi energi, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team