Bandar Lampung, IDN Times - Sebelum terjadinya gempa bumi besar mengguncang Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan magnitudo 7,7 di sesar Sagaing, dosen Program Studi Teknik Geomatika Institut Teknologi Sumatera (Itera), Satrio Muhammad Alif, telah lebih dahulu melakukan penelitian terkait aktivitas lempeng di wilayah episenter gempa tersebut.
Satrio meneliti pergerakan lempeng di sekitar batas Lempeng India dan Sundaland, yang merupakan kelanjutan dari batas lempeng di pesisir barat Sumatra hingga selatan Pulau Jawa. Menurut Satrio batas lempeng ini juga diketahui menjadi pemicu gempa besar di Aceh pada 2004.