Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
White-nosed coati (inaturalist.org/Dario Taraborelli)
White-nosed coati (inaturalist.org/Dario Taraborelli)

Intinya sih...

  • White-nosed coati memiliki tubuh panjang, moncong runcing, dan cakar tajam. Mereka omnivora dan mencari makanan hingga 2 km per hari.
  • Habitat white-nosed coati berada di Amerika Tengah dan Selatan. Mereka hidup dalam kelompok sosial dengan satu jantan dan betina dewasa bersama anak-anaknya.
  • Saat musim kawin, jantan dominan bisa kawin dengan semua betina dalam kelompoknya. Anak-anak akan disapih setelah 4 bulan dan bergabung kembali ke dalam kelompok saat berusia 5 bulan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

White-nosed coati merupakan spesies coati punya beberapa adaptasi berguna untuk kehidupannya di alam liar. Mereka berada dalam famili Procyonidae dan memiliki nama ilmiah Nasua narica.

Panjang tubuhnya mencapai 65 sentimeter dan beratnya 2,5--12 kilogram. Dengan postur tubuh tersebut, mereka bisa mencapai kecepatan hingga 24 km/jam. Spesies ini punya telinga kecil kaki gelap dan ekor panjang tidak bisa menggenggam.

Bagian paling menonjol dari white-nosed coati adalah moncong panjangnya yang runcing. Wajahnya punya banyak reseptor sensorik sehingga penciumannya sangat baik. Mereka punya cakar tajam yang tidak bisa ditarik dan bisa memutar pergelangan kakinya lebih dari 180 derajat.

Setelah tahu cirinya, sudah saatnya untuk kenalan lebih baik melalui fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran white-nosed coati

White-nosed coati (inaturalist.org/Jorge I. Merchan Mayorga)

Penyebaran white-nosed coati berada di bagian paling tenggara Arizona dan di barat daya New Mexico. Mereka juga berada di barat daya Texas, Amerika Tengah, Meksiko dan Amerika Selatan khususnya Kolombia. Animalia menginformasikan white-nosed coati menempati berbagai jenis habitat seperti hutan kering dataran tinggi hingga dataran rendah tropis.

2. Menjelajah sejauh 2 kilometer untuk mencari makan

White-nosed coati (inaturalist.org/Norman Salazar Arguedas)

Berdasarkan informasi dari Animal Diversity, white-nosed coati adalah omnivora yang makanan utamanya adalah serangga. Mereka menjelajah sejauh 2 kilometer per hari untuk mencari makan.

Hewan ini menundukkan kepalanya ke tanah dan mengendus-endus untuk mencari kumbang, laba-laba, kalajengking, semut, rayap, ulat, lipan dan bahkan kepiting rayap.

Jika buah-buahan melimpah, white-nosed coati juga terkadang memakannya Mereka juga mencari vertebrata kecil seperti tikus, kadal dan katak. Saat berburu, mereka memanfaatkan cakarnya untuk membunuh dan menggigit kepala mangsanya.

3. Wilayah jelajahnya terkadang tumpang tindih

White-nosed coati (inaturalist.org/Tereka Lasso)

Sebagai hewan sangat sosial, white-nosed coati hidup dalam kelompok. Biasanya terdiri dari 3--20 anggota atau lebih, di dalamnya ada betina dewasa bersama anak-anaknya.

Terkadang, betina yang siap melahirkan akan meninggalkan kawanan, tapi berkumpul lagi setelah satu hingga tiga minggu setelah melahirkan. Setiap kelompok memiliki wilayah jelajah yang longgar, bahkan terkadang tumpang tindih satu sama lain.

Hanya ada satu jantan dalam kelompok, jika jantan lain mendekati makan mereka akan bertarung dengan agresif. White-nosed coati lebih aktif saat siang hari, tapi beberapa hewan dewasa beristirahat ketika cuaca terlalu terik. Di malam hari, mereka tidur di cabang pepohonan.

4. Mengelabui pemangsa dengan menyamarkan baunya

White-nosed coati (inaturalist.org/Ismael EPM)

Menariknya, white-nosed coati melakukan perilaku disebut 'self-anointing'. Apa itu? Mereka menggosokkan aroma kuat dari tumbuhan dan buah-buahan ke bulunya untuk menyamarkan bau alami tubuhnya. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi resiko dilacak oleh pemangsa, dilansir Bettersea Park Children's Zoo.

5. Jantan kawin dengan lebih dari satu betina

White-nosed coati (inaturalist.org/Ismael EPM)

Sistem perkawinan white-nosed coati adalah poligini, jantan bisa kawin dengan lebih dari satu betina. Pada saat musim kawin, dari bulan Februari hingga Maret, jantan dominan bisa memasuki kawanan betina setelah berpartisipasi dalam grooming dan perilaku lainnya yang menunjukkan kepatuhan.

Setelah kelompok menerimanya, jantan akan kawin dengan semua anggota dalam kawanan. Setelahnya, diusir dari kelompok sebab jantan dewasa bisa membunuh anak-anaknya.

Betina melahirkan 2--7 anak setelah mengandung selama 77 hari. Anak-anaknya bergantung pada induk betina sebab hanya dia yang bisa meninggalkan sarang untuk mencari makanan. Mereka baru bisa membuka matanya saat berusia 11 hari dan disapih setelah 4 bulan. Induk dan anak berusia 5 bulan akan berkumpul kembali ke dalam kawanan.

White-nosed coati ternyata bisa menjelajah sejauh dua kilometer hanya untuk mencari makanan. Sebagai informasi tambahan, mereka akan mengangkat ekornya tinggi. Bertujuan sebagai penyeimbang saat sedang memanjat. Saat ini, white-nosed coati diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dan tren populasinya mengalami penurunan.

Editorial Team