Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

Intinya sih...

  • Bandar Lampung memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Provinsi Lampung dengan jumlah 45.863 jiwa.
  • Kabupaten Lampung Tengah menduduki peringkat kedua dengan 28.686 jiwa pengangguran terbuka tahun 2024.
  • Kabupaten Lampung Selatan, Timur, dan Utara juga mencatat jumlah pengangguran yang cukup tinggi, memerlukan strategi baru untuk mengembangkan lapangan kerja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Bukan rahasia lagi kalau masalah pengangguran masih jadi PR besar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung. Terletak di ujung selatan Pulau Sumatra, provinsi ini dikenal dengan kekayaan alamnya, mulai dari pantai eksotis sampai hamparan kebun kopi dan sawit luas. Tapi dibalik potensi itu, ada tantangan besar harus dihadapi yakni masih tingginya tingkat pengangguran.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung 2024 mencatat, ada sekitar 209.161 jiwa penduduk usia 15 tahun ke atas masuk dalam kategori pengangguran terbuka. Angka ini bukan cuma statistik semata, tapi cerminan dari masalah nyata yang dihadapi banyak orang dalam mencari pekerjaan layak.

Nah, buat kamu jika penasaran daerah mana aja yang mencatat jumlah pengangguran terbuka terbanyak di Lampung, berikut IDN Times sajikan lima wilayah dengan angka tertinggi. Jadi pastikan kamu baca sampai habis ya!

1. Kabupaten Lampung Utara

ilustrasi wanita membalas permintaan kerja sama (pexels.com/Marcus Aurelius)

Di urutan kelima, ada Kabupaten Lampung Utara. Kabupaten ini punya luas wilayah sekitar 2.529,54 km² dan dihuni oleh kurang lebih 666.618 jiwa. Tahun 2024, tercatat ada 19.035 orang belum berhasil mendapatkan pekerjaan alias masih menganggur.

Padahal secara potensi, Lampung Utara punya kekuatan di sektor pertanian dan perdagangan lokal. Namun sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya dikembangkan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja. Artinya, daerah ini butuh strategi baru, baik itu pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, atau bahkan pengembangan sektor lain di luar pertanian.

2. Kabupaten Lampung Timur

Pekerja yang sedang duduk di depan meja. (Pexels/Marc Mueller)

Selanjutnya ada Kabupaten Lampung Timur punya luas wilayah sekitar 3.864,69 km² dan dihuni oleh sekitar 1.110.340 jiwa penduduk. Meskipun berada di peringkat keempat, jumlah pengangguran di sini juga cukup tinggi, yakni mencapai 18.359 jiwa pada 2024.

Sebagai wilayah yang terkenal dengan sektor pertanian, Lampung Timur sebenarnya punya potensi besar. Tapi ya, seperti pepatah lama yakni potensi tanpa inovasi tak akan banyak berarti. Salah satu tantangan di sini adalah bagaimana mengubah produk pertanian menjadi lebih bernilai, misalnya dengan pengolahan pascapanen atau membuka sektor agroindustri.

3. Kabupaten Lampung Selatan

ilustrasi stres saat kerja (freepik.com/tirachardz)

Naik ke posisi ketiga, Kabupaten Lampung Selatan tercatat 27.101 jiwa pengangguran terbuka. Dengan luas wilayah sekitar 2.218,84 km² dan penduduk mencapai 1.109.649 jiwa, kabupaten ini sebenarnya punya posisi strategis banget.

Letaknya dekat dengan pelabuhan dan punya akses ke beberapa kawasan industri. Tapi, akses belum tentu otomatis menciptakan lapangan kerja. Butuh sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri buat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, misalnya lewat program pelatihan vokasi atau insentif bagi investor jika ingin membuka lapangan kerja lokal.

4. Kabupaten Lampung Tengah

Ilustrasi pekerja yang tertekan karena multitasking (pexels.com/Antoni Shkraba)

Di peringkat kedua, ada Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 28.686 jiwa pengangguran terbuka pada tahun 2024. Luas wilayah mencapai 4.548,93 km² dan jumlah penduduk sekitar 1.385.711 jiwa, kabupaten ini merupakan kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, baik dari segi wilayah maupun populasi.

Nah, justru karena luas dan banyak penduduk, tantangan di Lampung Tengah menjadi lebih kompleks. Pemerataan pembangunan masih jadi isu utama. Beberapa daerah mungkin berkembang pesat, tapi daerah lainnya tertinggal, dan ini berdampak langsung pada kesempatan kerja. Selain itu, tantangan transportasi dan infrastruktur juga jadi faktor penghambat mobilitas tenaga kerja.

5. Kota Bandar Lampung

Dok. Istimewa/IDN Times

Dan inilah daerah yang menduduki peringkat pertama dengan tingkat pengangguran tertinggi adalah Kota Bandar Lampung. Sebagai ibu kota provinsi dan pusat ekonomi Lampung, kota ini punya luas wilayah sekitar 183,31 km² dan dihuni oleh sekitar 1.070.000 jiwa penduduk.

Tapi meskipun statusnya sebagai kota terbesar dan paling maju di Lampung, jumlah pengangguran di sini juga paling tinggi, yaitu mencapai 45.863 jiwa. Ini jelas jadi ironi tersendiri.

Di satu sisi, peluang kerja di sektor formal lebih banyak. Tapi di sisi lain, persaingan juga makin ketat, apalagi buat mereka jika belum punya keterampilan khusus atau latar belakang pendidikan memadai.

Ini menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas SDM, bukan cuma lewat pendidikan formal, tapi juga pelatihan keterampilan, sertifikasi, dan pelatihan kewirausahaan. Pemerintah daerah juga perlu menggandeng lebih banyak perusahaan untuk membuka akses kerja bagi generasi muda jika selama ini kesulitan masuk pasar kerja.

Editorial Team