Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berpikir kritis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi berpikir kritis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Intinya sih...

  • Seorang workaholic akan menggunakan sebagian besar waktu untuk menuntaskan tugas dan memastikan hasilnya sesuai dengan ekspektasi
  • Melalui proses belajar yang beragam, seorang workaholic akan mendapatkan tambahan ilmu baru dan menjadi pribadi dengan keahlian yang tidak dapat dipandang sebelah mata
  • Workaholic memiliki reputasi yang baik di dunia kerja karena memiliki kegigihan dalam melaksanakan tugas dan dapat membuahkan banyak prestasi membanggakan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Harus diakui tidak banyak orang mampu menjadi pribadi tahan bekerja dalam waktu lama atau lebih sering disebut dengan istilah workaholic. Sebaliknya, sosok seperti ini malah sering mendapatkan pandangan negatif karena dianggap terlalu mendewakan ambisi diri.

Namun, sebenarnya menginvestasikan sebagian besar waktu yang dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan tidaklah seburuk itu, lho! Menjadi seseorang yang gila kerja memang biasanya tidak akan memiliki kehidupan yang seimbang.

Namun demikian, seluruh pengorbanan yang dilakukan itu akan terbayar tuntas suatu hari nanti. Nah, supaya tidak penasaran, simak dulu beberapa keuntungan menjadi sosok workaholic berikut ini, yuk!

1.Menghabiskan waktu untuk bekerja dapat meningkatkan keahlian

ilustrasi berdiskusi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sudah menjadi hal lumrah bila seorang workaholic akan menggunakan sebagian besar waktu dimiliki untuk urusan kerja. Bagi orang-orang seperti ini, menuntaskan sebuah tugas dan memastikan hasilnya sesuai dengan ekspektasi merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar lagi.

Oleh sebab itu, mereka akan melakukan beragam cara demi mencapai tujuan tersebut, termasuk berusaha meningkatkan kemampuan diri. Melalui beragam proses belajar, mulai dari yang mudah hingga super rumit, seorang workaholic akan mendapatkan banyak tambahan ilmu baru.

Seluruh lika-liku yang dihadapi tersebut menjadikan pengalaman lebih kaya dan kemampuan diri pun semakin terasah. Hasilnya, penggila kerja itu akan menjadi pribadi dengan keahlian yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

2.Punya peluang besar untuk membuat reputasi diri semakin mentereng

ilustrasi dua orang yang sedang bersalaman (pexels.com/Sora Shimazaki)

Reputasi adalah sesuatu bernilai besar di dalam dunia kerja. Pasalnya, seseorang dengan reputasi begitu harum tentu akan lebih dipercaya dibandingkan dengan mereka yang biasa-biasa saja.

Kendati demikian, membangun hal tersebut jelas bukan urusan yang mudah. Jika tidak berjuang dengan sungguh-sungguh, maka mustahil akan mampu memperoleh reputasi positif.

Nah, seorang workaholic punya keuntungan tersendiri dalam hal tersebut. Sosok pekerja keras seperti ini jelas memiliki kegigihan dalam melaksanakan tugas tidak perlu diragukan lagi. Akhirnya, seluruh kerja keras yang dilakukan dapat membuahkan banyak prestasi membanggakan. Dengan begini, reputasi diri pun menjadi semakin mentereng, deh.

3.Fokus pada pekerjaan artinya tidak ada waktu untuk terlibat drama di tempat kerja

ilustrasi seseorang yang sedang fokus bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Berada di tempat kerja bukan berarti hanya akan fokus untuk melaksanakan tugas-tugas menjadi tanggung jawab diri. Pasti akan ada momen di mana muncul drama-drama yang bisa sangat mengganggu konsentrasi, terlebih bila hal tersebut seperti tidak ada habisnya.

Namun, ternyata ada lho orang yang sering kali tidak akan menggubris situasi semacam ini, yaitu si penggila kerja. Seseorang dengan jiwa workaholic hanya memikirkan pekerjaan sebagai prioritas utama dalam hidupnya.

Ketika harus berhadapan dengan hal-hal yang dirasa tidak penting, seperti drama-drama di tempat kerja, maka dia tidak akan ambil pusing. Jika terpaksa harus sedikit terlibat, sesegera mungkin akan melepaskan diri agar kembali pada kondisi terbaik.

Hasilnya, produktivitas kerja terus terjaga karena tidak repot untuk memikirkan sesuatu yang kurang bernilai, bukan begitu? Kendati terkadang mendapatkan pandangan buruk, tetapi sebenarnya menjadi seorang workaholic tetap punya keuntungan tersendiri.

Kemampuan untuk menjaga fokus dalam bekerja agar selalu prima dapat meningkatkan kualitas pribadi secara signifikan. Selain itu, prioritas yang jelas juga berperan besar dalam membantu diri agar terhindar dari sesuatu yang tidak penting. Kalau sudah begini, pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Editorial Team