TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Rekomendasi Novel Best Seller Berlatar Sejarah Karya Penulis Indonesia

Kisah sejarah diangkat tidak ada di buku sekolah formal

Pexels

Bandar Lampung, IDN Times - Indonesia memiliki deretan penulis ternama karyanya sudah mendunia. Sebut saja, Pramudya Ananta Toer, Eka Kurniawan, Leila Salikha Chudori dan Ratih Kumala.

Karya-karya penulis kenamaan itu sudah diterjemahkan dalam bahasa di berbagai negara . Beberapa novel fiksi ditulis para penulis tersebut mengangkat cerita kompleks namun dikemas begitu apik sehingga membekas di hati setiap pembaca.

Kamu tak hanya disuguhkan dengan cerita kisah cinta biasa ditemui di novel-novel romance, namun sekaligus belajar tentang sejarah Indonesia pada masa lalu.

Latar sejarah dibuat dalam novel-novel tersebut memang termasuk karangan fiksi namun saat membacanya kamu seperti masuk dalam peristiwa terjadi di dalam novel dan membandingkannya dengan kisah nyata terjadi di Indonesia.

Berikut IDN Times rangkum deretan novel best seller karya penulis Indonesia dengan latar sejarah.

1. Laut bercerita

instagram.com/penerbitkpg

Novel Laut Bercerita karya Leila S Chudori belakangan trending dan menjadi perbincangan warganet di media sosial. Kisahnya memang sangat lekat dengan kejadian nyata di Indonesia pada masa orde baru.

Buku ini mengisahkan seorang mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Gajah Mada bernama Biru Laut Wibisong bersama teman-teman kuliahnya di Yogyakarta. Mereka tergabung dalam organisasi kecil bernama Winatra.

Mengangkat latar belakang pemerintahan Orde Baru, Laut dan kelompoknya berjuang menyuarakan berbagai hal di masa itu. Namun ada banyak tantangan mereka hadapi karena dianggap kelompok menentang pemerintah.

Selain membahas bagaimana kondisi politik pada saat itu, Leila juga menambahkan romansa kisah cinta antara Biru Laut dengan kekasihnya bernama Anjani. Kehidupan keluarga Biru Laut juga menjadi cerita yang tak kalah menarik dalam novel ini.

Baca Juga: 5 Novel Agatha Christie dengan Plot Twist Paling Mengejutkan 

2. Pulang

instagram.com/penerbitkpg

Satu lagi novel Leila S Chudori tak kalah menarik dan cukup diminati pembaca, berjudul Pulang. Novel ini menceritakan kehidupan buronan politik mengembara dari satu negara ke negara lain.

Sampai akhirnya terdampar di Paris, Prancis. Leila menuliskan situasi politik di Indonesia pada tahun 1965 pacsa terjadinya pemberontakan PKI.

Dari buku ini kamu akan mengetahui bagaimana keadaan wartawan Indonesia pada tiga tahun pelaksanaan misi untuk menghanguskan PKI dan orang-orang yang dicurigai kerabat PKI.

Cerita-cerita dalam novel ini nyaris tak akan pernah kamu dengar dalam buku sejarah. Seperti ribuan kaum pelajar mulanya disiapkan oleh Sukarno untuk menjadi pilar-pilar penyangga cita-cita Indonesia dengan ekonomi berdikari sepanjang orde baru berkuasa. Novel ini menghadirkan kembali salah satu sisi perjalanan sejarah kita yang dulu dengan sengaja dilupakan oleh rezim Orba.

3. Gadis kretek

Gramedia

Novel satu ini juga sedang menjadi perbincangan hangat karena sebentar lagi akan diangkat menjadi film layar lebar. Novel Gadis Kretek membuka wawasan kamu tentang sejarah Indonesia pada masa penjajahan Jepang, pasca kemerdekaan dan masa-masa G30S.

Romansa cinta segitiga dan persaingan bisnis dalam novel ini juga begitu kental. Ratih Kumala sebagai penulis, membawa pembaca masuk ke latar tempat dan waktu pada masa peralihan Belanda ke Jepang.

Tak hanya itu, novel masuk 10 besar penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa ini juga kental dengan budaya Jawa. Latar tempatnya banyak di area Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sesuai judulnya gadis kretek tentu mengangkat tentang industri rokok dan kretek di Indonesia. Ratih bahkan melalukan riset selama empat tahun dan menyambangi langung pabrik kretek di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saat membaca novel ini kamu bisa sekaligus belajar sejarah dari sudut pandang masyarakat bukan orang berpengaruh atau pahlawan.

4. Gadis pantai

Dokumen pribadi

Karya populer lainnya berjudul Gadis Pantai ditulis sastrawaan yang namanya sejajar dengan para sastrawan dunia, yaitu Pramoedya Ananta Toer atau biasa dipanggil Pram. Karya-karya Pram terkenal penuh kritik sosial dan berlatar sejarah Indonesia.

Novel yang sebenarnya adalah trilogi ini merupakan kisah nyata dari neneknya Pram sendiri. Namun dua novel lainnya dilarang terbit dan dibakar pada masa pemerintahan Soeharto.

Saat membacanya, kamu mungkin akan penasaran bagaimana kelanjutan dari kisah Gadis Pantai ditulis Pram. Tapi tentu tidak akan mengurangi rasa kagummu pada kisah yang ditulis Pram saat menjadi tahanan di Pulau Buru.

Novel berlatar sejarah kolonial Belanda ini mengangkat tema penindasan akibat kesenjangan kelas (feodalisme) terjadi pada masa itu. Konflik yang dibangun Pram sangat tajam bagaimana orang kelas tinggi menindas orang kelas kelas bawah.

Kamu juga akan disuguhkan cerita miris seorang gadis berusia 14 tahun dijadikan selir oleh Bendoro. Mirisnya pada masa itu, seorang Bendoro bisa bebas menikahi perempuan kelas bawah siapa saja dan dia tetap dianggap perjaka selama tidak menikahi putri bangsawan.

Baca Juga: Rekomendasi Webtoon Bertema Balas Dendam, Pembaca Dibikin Tegang

Berita Terkini Lainnya