Comscore Tracker

Hai Milenial, Ini Prosedur Pergi ke Luar Negeri saat Pandemik COVID-19

Patuhi prosedur yang berlaku ya

Ada sejumlah prosedur harus dipenuhi penumpang saat melakukan penerbangan dari dan ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten selama pandemik COVID-19. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf dikutip dari Antara, Selasa (27/7/2020).

Ia menjelaskan, terkait protokol di Bandara Soekarno-Hatta ada perbedaan antara kedatangan-keberangkatan rute internasional dan keberangkatan kedatangan domestik. 

1. Prosedur kedatangan bagi WNI atau WNA mengacu pada SE Menteri Kesehatan

Hai Milenial, Ini Prosedur Pergi ke Luar Negeri saat Pandemik COVID-19Penumpang pesawat berdatangan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Kamis (19/12/2019). IDN Times/Holy Kartika

Anas menuturkan semua prosedur kedatangan baik WNI maupun WNA mengacu pada SE Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/338/2020 tentang Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Bandar Udara Soekamo Hatta dan Bandar Udara Juanda.

“Pada prinsipnya negara kita mewajibkan yang akan kembali ke tanah air, harus mempunyai sertifikat test PCR negatif,” tutur dia.

Selain itu, mereka juga akan diberikan “health alert card”, mengisi formulir, pemeriksaan kesehatan (suhu, oksigen) dan wawancara.

“Bisa saja yang bersangkutan sudah mempunya tes PCR negatif, tapi ketika diperiksa suhu demam, atau sesak itu kisa pisahkan dari yang lain. Kalau suhu normal, oksigen normal, kemudian tes wawancara sudah validasi dinyataan ‘valid clearance’ oleh KKP, boleh pulang ke rumah atau melanjutkan perjalanan domestik,” jelas Anas.

Baca Juga: Dirut Garuda: Industri Penerbangan Diprediksi Baru Pulih Akhir 2022

2. Disarankan untuk karantina mandiri

Hai Milenial, Ini Prosedur Pergi ke Luar Negeri saat Pandemik COVID-19Kamar isolasi atau karantina bagi napi yang baru masuk (IDN Times/ istimewa)

Anas menambahkan, mereka yang telah melakukan penerbangan baik bagi WNI maupun WNA disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Sementara bagi mereka yang tidak memiliki surat rekomendasi PCR, maka akan dilakukan rapid test di bandara. Bila ditemukan indikasi suspect COVID-19, maka akan dirujuk ke Wisma Atlet.

“Kalau reaktif akan dirujuk ke rumah sakit darurat corona di Kemayoran. Kalau tidak reaktif, akan diberikan pengantar karantina untuk dilakukan swab,” imbuh dia.

3. Bagi yang akan melakukan penerbangan ke luar negeri harus mengikuti prosedur yang berlaku

Hai Milenial, Ini Prosedur Pergi ke Luar Negeri saat Pandemik COVID-19Ilustrasi pesawat terbang (IDN Times/Muhammad Arief)

Bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri, kata Anas, mereka wajib mengetahui prosedur yang berlaku di negara tersebut. Sebab, di setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

Hong Kong misalnya, calon penumpang harus mengantongi hasil tes PCR negatif, namun masa berlakunya hanya 72 jam atau tiga hari.

Kemudian, di Korea Selatan tidak diberlakukan wajib tes PCR negatif, tetapi ketika sampai harus bersedia dikarantina mandiri selama 14 hari dengan biaya penginapan atau hotel yang ditanggung sendiri.

“Tetapi untuk di Bandara Soekarno-Hatta tetap dicek suhu oleh petugas AP II dan kita amati kembali oleh KKP di ‘security check point’ 2 suhunya dan gejalanya,” ujarnya.

https://www.idntimes.com/business/economy/hana-adi-perdana-1/mau-terbang-luar-negeri-saat-pandemik-covid-19-cek-dulu-prosedurnya

Baca Juga: Doa Naik Pesawat Terbang dan Terhindar dari Rasa Cemas

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya