Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Terapi Kognitif Siswa Tunarungu

Beri peluang siswa tunarungu belajar siapkan masa depan

Intinya Sih...

  • Mahasiswa Itera ciptakan alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up untuk siswa tunarungu
  • Alat ini meningkatkan kemampuan siswa SLB tunarungu dalam belajar berhitung dan membaca
  • SWIPE-UP berhasil meningkatkan respons kognitif siswa disabilitas tunarungu

Bandar Lampung, IDN Times - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang mengikuti lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) menciptakan alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up untuk meningkatkan intelektual siswa tunarungu. Uji coba alat tersebut dilaksanakan di SLBN PKK Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa SLB tunarungu untuk mengembangkan kemampuan dalam belajar berhitung dan membaca.

Ketua tim PKM-PM SWIPE-UP, Siti Khadijah Indra menyampaikan, untuk meningkatkan semangat dan kualitas pendidikan inovatif, tim PKM-PM Itera menciptakan sebuah inovasi melalui karya SWIPE-UP (Study With Pump It-Up) sebagai terapi kognitif berbasis aplikasi untuk meningkatkan intelektual siswa tunarungu SLBN PKK Lampung.

Baca Juga: Tim Kukang EV Itera Bawa Mobil Prototype di Event SEM 2024

1. Mampu meningkatkan dan memaksimalkan respons kognitif siswa

Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Terapi Kognitif Siswa TunarunguMahasiswa Itera ciptakan alat terapi kognitif untuk siswa tunarungu (IDN Times/Istimewa)

Siti Khadijah menjelaskan, alat terapi kognitif berbasis permainan Pump It-Up itu memiliki desain visualisasi menarik dan soal berhitung serta pengenalan alfabet  menantang pada setiap level permainan dengan berbasis game. Hasil evaluasi program tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan sebagai perkembangan kognitif pada anak disabilitas tunarungu.

“Alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up mampu meningkatkan dan memaksimalkan respons kognitif siswa, setelah berlatih dengan tingkatan level soal yang telah dirangkum oleh tim PKM-PM, sehingga mereka akan semakin semangat dalam proses pembelajaran di dalam kelas,” ujar Siti.

2. Alat tersebut cukup mudah dioperasikan

Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Terapi Kognitif Siswa TunarunguMahasiswa Itera ciptakan alat terapi kognitif untuk siswa tunarungu (IDN Times/Istimewa)

Lebih lanjut, Siti menyebut, timnya berhasil mengembangkan aplikasi dan alat terapi kognitif SWIPE-UP kurang lebih dalam kurun waktu 2,5 bulan. Selain itu, aplikasi cara penggunaan alat tersebut juga cukup mudah dioperasikan sehingga guru di SLBN PKK Provinsi Lampung dapat memberikan edukasi kembali kepada siswa untuk keberlangsungan dalam pembelajaran di kelas.

Siti dan tim PKM-PM juga mengajak Masyarakat untuk mendukung adik-adik tunarungu dan guru di SLBN PKK Lampung untuk terus berkembang dengan berlatih dan berusaha dalam menjawab semua tingkatan level soal-soal yang ada di dalam aplikasi SWIPE-UP.

“Kami bangga melihat perubahan positif dengan mengembangkan program ini. Alat terapi kognitif berbasis Pump It Up memberikan peluang bagi siswa disabilitas tunarungu untuk belajar, dan menyiapkan masa depan mereka,” terangnya.

3. Konsisten memastikan keberlanjutan program

Mahasiswa Itera Ciptakan Alat Terapi Kognitif Siswa TunarunguIlustrasi disabilitas bisa berbaur dengan orang lain(pexels.com/Kampus Production)

Menurut Siti, langkah selanjutnya akan dilakukan oleh tim mahasiswa Itera yaitu konsisten dan memastikan berlanjutnya program serta memperluas pengetahuan alat terapi kognitif tersebut untuk siswa disabilitas tunarungu lainnya.

"Sebagaimana komitmen tim PKM-PM Itera untuk selalu berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak mitra guna menciptakan Pendidikan yang berinovasi dan mendukung tujuan dari pembangunan berkelanjutan," tandasnya.

Baca Juga: Pakar ITERA Sebut Teknologi Bisa jadi Solusi Lindungi Badak Jawa

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya