Tilep Uang Majikan Puluhan Juta, Sopir di Lampung Timur Diciduk Polisi

Tersangka berdalih uang penjualan belum dibayar

Intinya Sih...

  • Sopir YL diduga menggelapkan uang hasil penjualan barang senilai Rp28,8 juta milik majikannya, korban IE.
  • Korban memerintahkan tersangka mengangkut dan menjual 900 Kg bawang merah, 500 Kg bawang putih, dan 100 kg kacang tanah senilai Rp35,3 juta.
  • Tersangka tidak menyetorkan uang hasil penjualan kepada korban dengan alasan pihak pembeli belum membayar barang-barang tersebut.

Lampung Timur, IDN Times - Tim Satreskrim Polres Lampung Timur membawa paksa seorang sopir diduga terlibat tindak pidana penggelapan uang majikannya. Korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Tersangka inisal YL (27) warga Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur. Ia dilaporkan sang majikan usai menggelapkan uang setoran hasil penjualan barang senilai Rp28,8 juta.

"Benar, kami membekuk tersangka YL tanpa perlawanan di wilayah Kecamatan Pekalongan," ujar Kasatreskrim Polres Lampung Timur, IPTU Johannes EP Sihombing saat dimintai keterangan, Sabtu (6/1/2023).

Baca Juga: Dongkrak Elektabilitas, Istri Ganjar Pranowo Bakal Kampanye di Lampung

1. Gelapkan hasil penjualan barang milik korban Rp28,8 juta

Tilep Uang Majikan Puluhan Juta, Sopir di Lampung Timur Diciduk PolisiSosok tersangka YL. (Dok. Polres Lampung Timur).

Berdasarkan laporan korban IE (28), Johannes mengungkapkan, tersangka YL sehari-hari berprofesi sebagai sopir diduga telah menggelapkan uang setoran hasil penjualan barang, milik sang korban senilai Rp28,8 juta lebih.

Mulanya, korban merupakan warga Kecamatan Batanghari Nuban memerintahkan tersangka mengangkut dan menjual 900 Kg bawang merah, 500 Kg bawang putih, dan 100 kg kacang tanah senilai Rp35,3 juta.

"Jadi awalnya tersangka ini diminta mengantarkan barang jualan korban kepada pembeli di kawasan Pasar Unit 2 Tulang Bawang pada Maret 2023 lalu," ungkap kasatreskrim.

2. Tersangka sempat berdalih pembeli belum membayar hasil penjualan

Tilep Uang Majikan Puluhan Juta, Sopir di Lampung Timur Diciduk Polisiilustrasi uang (pixabay.com/iqbalstock)

Pascamenyelesaikan tugasnya, Johannes melanjutkan, tersangka YL justru tidak menyetorkan uang hasil penjualan kepada korban IE, dengan alasan pihak pembeli belum membayar barang-barang tersebut.

Alhasil, korban IE menanyakan langsung ke pihak pembeli ihwal pembayaran belum ditunaikan sebagai mana pengakuan tersangka dan didapati keterangan berbeda.

"Ternyata uang pembelian barang-barang tersebut, sudah dibayar dan diserahkan pihak pembeli kepada tersangka YL," kata Johannes.

3. Diancam 4 tahun penjara

Tilep Uang Majikan Puluhan Juta, Sopir di Lampung Timur Diciduk Polisiilustrasi di penjara (pexels.com/RDNE Stock project)

Johannes mengatakan, korban IE merasa telah dirugikan sempat membahas penyelesaian permasalahan ini secara kekeluargaan dengan tersangka. Tapi seiring berjalannya waktu, YL tak mengindahkan atau beriktikad baik memulangkan kerugian dialami korban.

Kemudian korban memutuskan melaporkan permasalahan ini ke pihak kepolisian. Akhirnya, tersangka berhasil diidentifikasi sekaligus ditangkap tanpa perlawanan di wilayah Kecamatan Pekalongan.

"Untuk melengkapi berkas penyelidikan, kami turut mengamankan berbagai dokumen nota jual beli barang, sebagai barang bukti. Tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHPidana tentang Penggelapan. Ancaman 4 tahun penjara," tandas kasatreskrim.

Baca Juga: Jabat Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Abdul Waras: Mulang Tiyuh

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya